Suara.com - DPRD DKI Jakarta mempermasalahkan penyaluran subsidi transportasi di Jakarta yang anggarannya mencapai Rp 6 triliun. Pasalnya, banyak penerima yang dianggap sebenarnya tidak layak.
Karena itu, Ketua Komisi B DPRD DKI, Ismail meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi sasaran penerima subsidi transportasi di Jakarta untuk tahun ini. Subsidi transportasi ini berasal dari APBD untuk public service obligation (PSO).
“Harus ekstra hati-hati karena PSO atau subsidi ini jumlahnya cukup besar. Sekarang bagaimana sehingga bisa memberikan layanan terbaik kepada warga pengguna transportasi,” ujar Ismail kepada wartawan, Kamis (3/3/2022).
Menurut Ismail, sasaran penyaluran subsidi transportasi kurang tepat karena masih ada penerimanya yang berstatus Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan karyawan dengan pendapatan yang tinggi. Padahal, seharusnya penerima adalah kalangan tidak mampu seperti siswa pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Memang harus ada kajian khusus untuk memperkuat data base warga DKI khususnya pengguna transportasi masal ini,” jelasnya.
Terpisah, Asisten Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati mengaku akan melakukan kajian lagi untuk pendataan penerima subsidi transportasi. Namun, ia meyakini sampai saat ini penyalurannya masih sesuai sasaran.
Pasalnya, salah satu komponen untuk menentukan penerima subsidi pada kelompok pegawai adalah besaran upah minimum provinsi (UMP) sesusai rekomendasi Dinas Ketenagakerjaan.
“Semua golongan masyarakat yang akan kita bantu itu rekomendasi dari Dinas terkait. Di mana, tahapnya mereka (Dinas) memasukan nama pegawai, diserahkan ke Bank DKI dan baru bisa digunakan," ungkap Sri.
"Jadi, dari sisi penyeleksian kami rasa sudah cukup baik. Namun ke depan kami ingin lebih baik lagi, sehingga yang mendapat betul-betul yang membutuhkan."
Baca Juga: Proyek Normalisasi Kali di Jakarta Mandek, DPRD DKI Soroti Dana PEN Cuma Terserap 66 persen
Berita Terkait
-
Proyek Normalisasi Kali di Jakarta Mandek, DPRD DKI Soroti Dana PEN Cuma Terserap 66 persen
-
Pamer Perbaikan Sistem Transportasi Umum di Jakarta, Anies Bandingkan Sebelum Jabat Gubernur
-
Jumlah Angkot di Kota Semarang Menyusut di Tengah Marebaknya Transportasi Online dan Pandemi Covid-19
-
Palembang Jadi Kota Pertama di Indonesia yang Lengkap Memiliki Lima Moda Transportasi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Amerika Serikat Balas Serangan ke Iran, Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi