Suara.com - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono mengomentari soal proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.
Arief Poyuono menyebutkan bahwa nasib proyek IKN akan sama seperti rencana Soekarno.
Dia mengatakan, proyek IKN akan berhenti apabila Jokowi sudah tak menjabat sebagai presiden.
"Ya, pastilah nasibnya IKN di Kalimantan akan sama kayak rencana Soekarno mau pindahkan (ibu kota) di Palangkaraya dan Suharto di Jonggol," katanya, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Senin (7/3/2022).
Arief mengatakan, begitu Jokowi lengser dari jabatannya, maka pembangunan IKN akan batal.
"Begitu lengser, ya batal pastinya," lanjutnya.
Menurutnya, pembangunan IKN Nusantara masih menuai kontroversi.
"Itu kan jelas kalau di WhatsApp Group, jadi pembicaraan ketidaksetujuan terhadap IKN," bebernya.
Arief tak menyebutkan siapa yang tidak menyetujui dan apa alasannya.
Baca Juga: Pilpres Tak Bisa Ditunda dengan Alasan Ekonomi, Ekonom: Negara Tidak dalam Keadaan Darurat
"Saya kurang tahu mereka tidak setuju, tapi yang pasti IKN itu tidak akan pernah terealisasi setelah Jokowi lengser," ungkapnya.
Selain itu, Arief juga menyinggung soal proyek kereta api cepat dan MRT yang dinilai lamban pengerjaannya.
"Wong membangun kereta api cepat sama MRT saja tidam kelar-kelar selama 7 tahun karena kurang dana, apalagi membangun IKN butuh puluhan tahun dan dana besar," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Petinggi PKB Kembali Singgung Pemilu 2024, Ngabalin: Lu Siapa sih, Ngomong Seenak Perut Begitu
-
Polemik Penundaan Pemilu 2024, Politisi PSI Minta Tidak Ditunda
-
Pilpres Tak Bisa Ditunda dengan Alasan Ekonomi, Ekonom: Negara Tidak dalam Keadaan Darurat
-
BREAKING NEWS! Gibran Positif Covid-19 Lagi, Sempat Takziah Bersama Presiden Jokowi
-
Antisipasi Serangan Musuh, Berikut 4 Komponen Sistem Pertahanan dan Keamanan IKN Nusantara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka