Dmytro Humenyuk dari Pusat Ilmiah dan Teknis Negara untuk Keselamatan Nuklir dan Radiasi mengatakan kepada media lokal Hromadske bahwa PLTN Zaporizhzhia memiliki beberapa lapisan perlindungan bahan bakar nuklir.
Namun, jika reaktor PLTN ini rusak parah dan bahan bakar nuklir terpapar, bencana yang dihasilkan akan separah Chernobyl dan jika lebih dari satu reaktor terkena, akibatnya akan lebih mengerikan.
Biden dan Zelenskyy berbicara tentang serangan di Zaporizhzhia Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tentang kebakaran yang terjadi di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia setelah penembakan pasukan Rusia.
Gedung Putih menyampaikan bahwa Biden "bergabung dengan Presiden Zelenskyy dalam mendesak Rusia untuk menghentikan kegiatan militernya di daerah itu dan mengizinkan petugas pemadam kebakaran dan petugas tanggap darurat untuk mengakses situs tersebut."
Gedung Putih menambahkan bahwa Biden juga telah berbicara ini dengan Wakil Kepala Keamanan Nuklir Kementerian Energi AS dan Administrator Administrasi Keamanan Nuklir Nasional untuk terus mengikuti perkembangan terbaru situasi di PLTN Zaporizhzhia.
"Presiden akan terus diberi laporan secara berkala." Invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki hari kesembilan. Rusia bertekad untuk terus melancarkan invasinya ke Ukraina, meskipun kecaman dunia dan sanksi ekonomi besar-besaran dari Barat dijatuhkan terhadap mereka.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan "operasi" negaranya di Ukraina akan berlanjut untuk saat ini. Dia mengatakan setiap kesepakatan damai harus mencakup "demiliterisasi" Ukraina. rap/ha (Reuters, AP, AFP, dpa)
Berita Terkait
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG
-
Bocoran iPhone 18 Pro, Apple Siapkan Warna Merah Tua, Android Diduga Menyalip Lebih Dulu!
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'