News / nasional
Aprilo Ade Wismoyo
PSI jual minyak goreng murah (twitter)

Suara.com - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi baru-baru ini menggelar pasar murah yang menjual minyak goreng seharga Rp. 10.000 per liter.

"Minyak goreng masih langka. DPD PSI Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah di Kecamatan Cibarusah. Ratusan liter minyak goreng dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter. Hadir kerja untuk rakyat!," tulis akun PSI di Twitter, dikutip Suara.com, Selasa (8/3/2012).

Dalam video yang diunggah di akun Twitter @psi_id, tampak sejumlah kader berseragam PSI sedang melayani beberapa warga yang mengantre untuk membeli minyak goreng.

Di lokasi pasar murah, tampak puluhan botol minyak goreng ditata berjajar di atas meja. Tak jauh dari situ tampak papan berukuran cukup besar yang menampilkan logo PSI.

Baca Juga: Kelangkaan Minyak Goreng Terjadi di Pasar Segiri Samarinda, Harga Jual Disebut Rata Rp 14 Ribu

Komentar admin akun twitter partai Gerindra (twitter)

Di kolom komentar, para warganet lantas menuliskan beragam tanggapan. Salah satu komentar yang jadi sorotan ialah komentar yang ditulis oleh admin akun twitter Partai Gerindra.

"Admin mau komen, tapi enggak enak di lapak orang lain," tulis sang admin.

Lebih lanjut, admin Partai Gerindra juga menyebut bahwa pihaknya berniat menjual minyak goreng murah untuk followers. Namun sayangnya hal itu terkendala oleh ketersediaan minyak goreng yang sulit didapat.

"Nah, kalau di lapak sendiri kan enak ngomongnya. Admin dan tim juga ada rencana bagi-bagi minyak goreng untuk followers, Kak. Tapi sulit, karena pembeliannya dibatasi hanya 2 liter per-orang. Sudah gitu, susah dicarinya. Sekalinya ada, kena mental, karena harus saingan dgn ibu-ibu," lanjutnya.

Di sisi lain, ada juga warganet yang mempertanyakan dari mana PSI Kabupaten Bekasi mendapat persediaan minyak goreng untuk dijual dengan harga murah.

Baca Juga: Kenali 4 Makanan yang Bisa Sebabkan Peradangan, Termasuk Makanan Manis!

"Lu dapat dari mana sebanyak itu tong?" tanya salah seorang warganet.

Komentar

terkini