Suara.com - Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha mengungkapkan tantangan-tantangan yang dalam mengevakuasi Warga Negara Indonesia di Ukraina.
Tantangan pertama, yakni adanya WNI yang tak melaporkan diri kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ukraina. Jumlah WNI selalu bertambah dari data awal sebelum invasi Rusia.
"Jumlah warga negara kita di Ukraina selalu bergerak dari data awal sebelum terjadinya pertempuan serangan Rusia 24 Februari lalu. Ini memang salah satu tantangan yang kami hadapi bahwa ada beberapa WNI yang tidak lapor diri sejak awal," ujar Judha dalam Press Briefing Kemlu secara virtual, Kamis (10/11/2022).
Judha menuturkan sejak awal, pihaknya melalui KBRI di Ukraina telah mengimbau kepada WNI untuk melaporkan diri agar mudah dilakukan pendataan.
Namun faktanya, kata Judha, pihaknya baru mendapatkan data WNI yang melapor. Sehingga namanya tidak terdata di database WNI yang akan dievakuasi.
"Padahal sejak awal kami minta untuk keakuratan dan kecepatan respons dari KBRI Kiev tentu data yang akurat menjadi kunci utama. Namun setelah terjadi proses evakuasi kemarin, kami masih mendapatkan data-data WNI yang baru lapor diri yang tidak ada di database WNI," ungkapnya.
Selain itu, Judha memaparkan tantangan kedua yang dihadapi Kemlu dalam mengevakuasi karena lokasi tempat tinggal WNI berada di lokasi pertempuran. Terdapat sembilan WNI yang masih tertahan di Chernihiv, Ukraina.
"Secara khusus kami coba menyoroti yang ada di Chernihiv. Ini sembilan WNI di Chernihiv," ucap Judha.
Judha menuturkan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan sembilan WNI tersebut. Dipastikan sembilan WNI tersebut dalam kondisi aman.
Baca Juga: Kemlu: Tak Ada WNI yang Disandera di Ukraina
"Setiap hari dalam beberapa kali sekali, kami selalu menjalin komunikasi dengan mereka. Saat ini kondis mereka dalam kondisi aman, pasokan logistik aman. Ini posisi yang ada di Chernihiv. Jadi tantangan yang kita hadapi saat ini ada di Chernihiv masih jadi zona pertempuran," papar dia.
Lebih lanjut, Judha menyebut pihaknya sempat mengupayakan penjemputan kepada sembilan WNI di Chernihiv. Namun, tersebut gagal karena pertempuran masih terjadi di rute evakuasi.
"Sehingga demi keselamatan WNI kita tunda terlebih dahulu proses evakuasi mereka. Kita akan terus upayakan terutama penciptaan koridor yang efektif di lapangan. Sebagai disampaikan Bu Menlu juga upayakan penciptaan humanitarian koridor ini, supaya betul-betul dipatuhi oleh pihak di lapangan," katanya
Sebelumnya, sebanyak 120 dari 165 WNI di Ukraina telah kembali ke Indonesia.
"Jadi total WNI yang ada di Ukraina 165, telah kembali ke Indonesia 120. Artinya pasca ketibaan ada 80 WNI yang menggunakan pesawat evakuasi khusus tanggal 3 Maret lalu, ada 40 lagi yang sudah bisa kita evakuasi untuk keluar dari Ukraina," ujar Judha.
Kemudian kata Judha, terdapat 13 WNI masih dalam upaya evakuasi. Dari jumlah tersebut sembilan berada di Cherniv dan empat berada di Lviv.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sopir Main HP, Truk Molen Terjepit di Jembatan Matraman Sampai Ban Harus Dikempiskan
-
Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter
-
Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"
-
Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
-
GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal