Suara.com - Keluhan seorang warganet mengenai ada dua karyawan di kantornya yang terlibat perselingkuhan telah menjadi viral di media sosial.
Warganet ini menceritakan keluhannya tersebut melalui akun Twitter @hrdbacot pada Rabu (23/3/2022).
"Berdwaan di kantor," cuit akun Twitter @hrdbacot seperti dikutip Suara.com, Rabu (23/3/2022).
Pada awalnya, warganet yang merupakan seorang karyawan di kantor tersebut bertanya mengenai solusi untuk menghadapi dua karyawan yang sama-sama selingkuh di kantor.
Ia dan teman-teman kantornya yang lain sudah mengetahui bahwa di kantornya ada perselingkuhan.
Para karyawan sudah berusaha untuk cuek dan mengabaikan mereka. Namun, hal itu ternyata membawa pengaruh terhadap pekerjaan mereka.
"Jadi di kantor ini lagi ada yang affair (selingkuh). Pertama kami berusaha cuek, tapi lama-lama gak bisa karena ngaruh di kerjaan," curhatnya.
Dua karyawan yang terlibat perselingkuhan itu tepergok kerap berdua ke manapun.
"Kemana-mana berdua, padahal udah ada jobdesc masing-masing. Sering ditinggal berduaan juga," lanjutnya.
Baca Juga: Viral Manusia Silver Beli Stiker Motivasi, Kalimatnya Bikin Haru
Rupa-rupanya, pihak kantor sudah mempertemukan mereka berdua bermaksud untuk menyidang. Akan tetapi, mereka tidak mengaku.
"Udah didudukin berdua juga tapi gak ada yang mau ngaku (yaiyalah)," lanjutnya.
Bahkan, para pimpinan kantor sempat ada rencana untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada pasangan mereka masing-masing.
"Sampe kami (para pimpinan) ada rencana laporin ini ke pasangan masing-masing," pungkasnya.
Curhatan karyawan itu juga langsung menuai beragam respons dari warganet. Cuitan itu sedikitnya mendapatkan lebih dari 1800 tanda suka dan lebih dari 300 retweet.
"ngak bisa sembarang SP yak ini. kecuali affairnya ganggu kerjaan / melanggar ketentuan di Peraturan Perusahaan. kalau ga ada pelanggaran di PP/PKB yg dilanggar, ya gak bisa SP gitu aja, meskipun secara moral dianggap salah," jelas warganet.
Berita Terkait
-
Coba Beli Martabak Telur dengan Rating Terburuk Seharga Rp47 Ribu, Pria Ini Langsung Mual di Suapan Pertama
-
Viral Manusia Silver Beli Stiker Motivasi, Kalimatnya Bikin Haru
-
Wanita Naik Ojol 20 Km Diduga Ogah Bayar, Pas Ditagih Ngaku Tak Punya Uang, Driver Geram
-
Viral Aksi Jalanan Pedagang Bakso Bak Pembalap MotoGP, Warganet: Alasan Marquez Nggak Ikut Balapan
-
Serasa Saweran Biduan, Viral Tamu Pernikahan Kasih Uang ke Pengantin Tanpa Dimasukkan Amplop
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
Terkini
-
Penuhi Panggilan KPK, Gus Alex Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
-
KUHP Baru Mulai Berlaku: Tersangka Tak Lagi Ditampilkan, Pidana Restoratif Mulai Diterapkan
-
6 Fakta Dugaan Rekening Gendut Rp32 M Milik Istri Pejabat Kemenag, Padahal Status Cuma IRT
-
Dulu Tersangka, Kini Pelapor: Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Laporkan Kuasa Hukum Roy Suryo
-
Terbongkar! Penyebab Utama Banjir Jakarta yang Tak Teratasi: 'Catchment Area' Sudah Mati?
-
Mengapa RJ Kasus Suami Bela Istri Baru Berhasil di Kejaksaan? Pengacara Beberkan Hambatannya
-
Kapolri Listyo Tolak Jadi Menteri Kepolisian, Pilih Jadi Petani Saja
-
Tata Cara Upacara Bendera di Sekolah Menurut SE Mendikdasmen No 4 Tahun 2026
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
-
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Bisa Melemahkan Negara dan Presiden