Suara.com - Irjen Napoleon Bonaparte didakwa telah melakukan penganiayaan terhadap seorang Youtuber, M. Kece. Jenderal itu bahkan melumuri kotoran manusia pada wajah Kece saat sama-sama menjadi tahanan di Rutan Bareskrim Polri.
Perwira Polri tersebut melakukan tindak pidana bersama orang lain, yaitu Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Pak RT. Nah, berikut ini ada 5 fakta dirinya menyiksa dan melumuri wajah Kece dengan tinja.
Berikut lima fakta Irjen Napoleon siksa dan lumuri wajah M. Kece dengan kotoran manusia yang berhasil Suara.com rangkum:
1. Awal Mula Kejadian
Peristiwa ini bermula saat Kece ditahan di Rutan Bareskrim Polri pada Agustus 2021 lalu terkait kasus penistaan agama. Secara kebetulan, Napoleon juga tengah menjadi tahanan disana karena menerima suap dari pelaku korupsi Bank Bali.
Kece diantar ke kamar sel nomor 11 sebagai tempat isolasi sesuai perintah kepala rutan. Saat itu, Kece menggunakan tongkat untuk berjalan. Napoleon meminta agar tongkat itu tidak dibawa ke kamar tahanan karena disebutnya bisa menjadi senjata.
Ia juga menginginkan bertemu empat mata dengan Kece dan gembok kamar Kece diganti oleh Bripda Asep Pambudi yang diketahui takut jika menolak permintaan tersebut. Pasalnya, pangkat Napoleon ini jauh lebih tinggi.
Sekitar pukul 22.25 WIB, para tahanan di Rutan Bareskrim mulai ramai mendatangi di depan kamar sel nomor 11 untuk melihat Kece. Beberapa dari mereka melempari botol plastik ke dalam kamar.
2. Beraksi di Tengah Malam
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Rara Isti Wulandari, Si Pawang Hujan MotoGP Mandalika yang Dipuji Dunia
Pukul 00.30 WIB, tepat pada Kamis, 26 Agustus 2021 Pak RT membangunkan Napoleon yang berada di kamar tahanan nomor 26. Kemudian, mereka berjalan mendatangi Kece.
Disebutkan bahwa Pak RT sempat mengambil gorden untuk menutup setengah jendela kamar tahanan Kece. Tujuannya, agar tahanan lain tidak bisa melihat kejadian di dalam.
Napoleon mengajak Kece berbicara mulai terkait identitas hingga kontennya yang menistakan agama. Kemudian, ia meminta Dedy Wahyudi untuk memanggil tahanan lain, Maman Suryadi yang merupakan anggota FPI.
3. Menyiksa dan Melumuri Kece dengan Kotoran Manusia
Disitulah mulai terjadi perdebatan dan Napoleon meminta seorang tahanan bernama Djafar Hamzah untuk mengambil bungkusan berisi kotoran manusia di kamar mandi kamar tahanannya.
Ia kemudian mengambil kotoran tersebut dengan tangannya, berdiri menghampiri, dan melumurinya ke wajah Kece. Kepalanya bahkan terbentur ke tembok.
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik Rara Isti Wulandari, Si Pawang Hujan MotoGP Mandalika yang Dipuji Dunia
-
Warganet Kaitkan MS Glow dengan MS Office, Ini Sederet Fakta MS Glow Milik Istri Juragan 99
-
CEK FAKTA: Presiden Jokowi Copot Jabatan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, Benarkah?
-
Fakta-fakta Sidang Irjen Napoleon Aniaya M Kece Hingga Tunggu Pendeta Saifuddin Tertangkap
-
6 Fakta Tante Lala: Menikah saat Masih 16 Tahun, Usianya Jadi Perhatian
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu
-
Gaji Pokok Nol Rupiah, Hakim Ad Hoc Curhat Pilu: Meninggal Dunia Pun Harus Urunan
-
KKP Kerahkan 1.142 Taruna ke AcehSumatra, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
-
Airlangga Hartarto Mendadak Muncul di Gedung KPK, Ada Apa?