Suara.com - Yayan Rahayani, seorang warga asal Yogyakarta, telah menjadi penduduk tetap Australia sejak tahun 2012 dan mengeluarkan puluhan ribu dolar setiap tahun untuk biaya sewa rumah.
Tapi sekarang ia bersama suami dan anak-anaknya telah menempati rumah miliknya sendiri di daerah Modbury North, Adelaide, dengan menggunakan programbantuan pembelian rumah bernama 'HomeStart' dari Pemerintah Australia Selatan.
Melalui skema 'Graduate Loan' dari HomeStart, Yayan mendapatkan pinjaman sebesar hampir A$500 ribu atau lebih dari Rp5 miliaryang dipergunakan untuk membeli lahan kosong dan membangun rumah di atasnya.
'Graduate Loan' hanyalah satu di antara berbagai macam skema bantuan pembelian rumah. Adayang berlaku khusus di negara bagian seperti 'HomeStart' di Australia Selatan, dan ada pula yang berlaku nasional.
Pemerintah Federal sendiri berjanji memperluas skema bantuan pembelian rumah sesuai RAPBN yangdisampaikan oleh Bendahara Negara, Josh Frydenberg, Selasa (29/03) malam.
Dalam skema 'Home Guarantee', Pemerintahmenjamin sebagian uang muka pembelian rumah bagi warga Australia yang memenuhi syarat.
Dalam naskah RAPBN Australia Tahun Anggaran 2022/2023 disebutkan bahwa:
- Target penerima 'Home Guarantee' naik menjadi 35.000 penerima per tahun, dari sebelumnya hanya 10.000 penerima, dan mulai berlaku 1 Juli 2022. Ini untuk pembeli rumah yang sudah jadi dengan uang muka rendah (sampai 5persen dari harga rumah).
- 'Regional Home Guarantee' menargetkan 10.000 penerima pertahun mulai 1 Oktober 2022 hingga 30 Juni 2025 untuk mereka yang membeli atau membangun rumah di wilayah regional bagi warga negara dan penduduk tetap
- 'Family Home Guarantee' untuk 5.000 penerima per tahun mulai 1 Juli 2022 untuk orangtua tunggal yang membeli rumah pertama dengan uang muka rendah hingga 2 persen.
Bendahara Negara Australia Josh Frydenberg menjelaskan, Pemerintah Federal bertekad untuk mendorong warganya memiliki rumah sendiri.
"Sejak Januari 2020, Skema Home Guarantee telah memberikan bantuan kepada hampir 60.000 warga untuk membeli rumah pertama mereka," jelasnya.
Baca Juga: Ulasan Novel Home Sweet Loan: Perburuan Rumah Idaman 4 Orang Sahabat yang Berusia 31 Tahun
Berbagai skema yang akan diterapkan oleh Pemerintah Federal, hanya berlaku untuk pembelian rumah dengan harga tertentu.
Selain itu, penerima skema ini hanya ditujukan bagi warga dengan tingkat penghasilan di bawah A$125 ribu dolar per tahun untuk satu orang dan di bawah A$200 ribu dolar per tahun jika mendaftarsebagai pasangan.
| Negara Bagian | Batas harga rumah untuk mendapatkan skema bantuan pembelian di perkotaan | Batas harga rumah di pedalaman |
|---|---|---|
| NSW | A$800.000 | A$600.000 |
| VIC | A$700.000 | A$500.000 |
| QLD | A$600.000 | A$450.000 |
| WA | A$500.000 | A$400.000 |
| SA | A$500.000 | A$350,000 |
| TAS | A$500.000 | A$400,000 |
| ACT | A$500.000 | N/A |
| NT | A$500.000 | N/A |
Bagi Yayan dan keluarganya, memiliki rumah empat kamar berlantai dua di Australia, tidak pernah terbayangkan sama sekali.
"Tadinya antara berani dan ndak berani. Nah, pas mengurus tax return ketemu akuntan orang Indonesia. Dialah yang menyarankan agar kami coba membeli rumah daripada terus menyewa," ujar Yayan kepada Farid Ibrahim dari ABC Indonesia.
"Saat itu kami sama sekali ndak ada tabungan. Paling adanya 2 ribu hingga 5 ribu dolar saja," tambahnya.
Mereka dikenalkan kepada seorang'mortgage broker' yang juga asal Indonesiadan membantu mereka mengakses skema 'HomeStart' dari Pemerintah Australia Selatan.
"Setelah beberapa waktu, akhirnya uang muka terkumpul juga. Tak banyak, hanya sekitar 25 ribu dolar," jelas Yayan.
"HomeStart ini memang bunganya agak tinggi dibandingkan bank karena kami mendapatkan loan hampir 500 ribu dolar dengan masa kredit 18 tahun. Jadi kami membayar sekitar 1.300 dolar per dua minggu," katanya.
Setelah setahun mencari lokasi yang pas dan setahun lagi proses pembangunannya, pada bulan Maret 2020, keluarga Yayan telah memasuki rumah baru mereka.
Menurut Yayan, cicilan rumahnya memang sedikit lebih besardibanding biaya sewa rumah sebelumnya, tapi dia merasa lebih tenang karena sekarang ia membayar untuk rumahnya sendiri.
Apalagi rumahnyakini berkamar empat, sementara dulu saat menyewa selalu yangdua kamar saja.
Skema membelirumah pertama dengan dana pensiun
Bagi warga negara dan penduduk tetap yang ingin membeli rumah untuk pertama kalinya, tersedia pula skema bernama 'first home super saver' (FHSS) yang dikelola oleh kantor pajak Australia (ATO).
Melalui skema ini, seorang pekerja dimungkinkan untuk menabung uang muka pembelian rumah di dalam tabungan dana pensiun atau 'superannuation'.
Sejak 1Juli 2017, pekerja dibolehkan untuk secara sukarela menabung atau istilahnya memberikan 'contributions', ke dana pensiunnya, di luar dana pensiun ditanggung oleh perusahaan.
Terhitung 1Juli2018, pekerja yang bersangkutan dibolehkan meminta pencairan dana tabungan tersebut untuk dipergunakan sebagai uang muka membeli rumah pertama.
Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, agar ATO mencarikan dana tersebut ke rekening pekerja yang bersangkutan.
- Rumah yang dibeli harus ditinggali sendiri segera setelah rumah tersebut siap
- Rumah tersebut harus ditinggali minimal 6 bulan dalam 12 bulan sejak dimiliki.
Saat ini seorang pekerja dapat mengajukan permohonan pencairan hingga A$15.000 dari kontribusi sukarela dalam satu tahun keuangan dan maksimal A$30.000 untuk seluruh tahun keuangan.
Dalam anggaran belanja nasionalyang diajukan Pemerintah Federal sekarang, terhitung mulai1 Juli 2022, jumlah yang bisa dicairkan dari dana pensiunmeningkat dari A$30.000 menjadi A$50.000 untuk seluruh tahun keuangan.
Simak artikel lainnya dari ABC Indonesia
Berita Terkait
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!