Ini bukanlah untuk pertama kalinya China menyampaikan nota diplomatik kepada Australia terkait perlakuan yang diterima mahasiswa China di Australia.
Dalam dua tahun terakhir, Kementerian Pendidikan China sudah mengeluarkan dua peringatan tentang keamananmahasiswa China di Australia.
Peringatan itu antara lain menyangkut beberapa insiden serius yang dialami oleh mahasiswa asing di sejumlahtempat di Australia, serta peringatan umum mengenai perlunya sikap hati-hati melakukan perjalanan selama pandemi.
Peringatan ini dilakukan saat Pemerintah China menerapkan berbagai sanksi perdagangan terhadap berbagai produk ekspor Australia sehinggaterlihat sebagai ancaman berlatar ekonomi terhadap universitas Australia yang sangat bergantung pada mahasiswa asal China.
"Tuduhan terbaru ini bisa dikategorikan sebagai usaha pemerintah China untuk secara tidak benar menggambarkan Australia sebagai tempat yang berbahaya bagi mahasiswa China," kataAlex Joske peneliti independen mengenai aktivitas militer China di beberapa universitas di negeri-negeri Barat.
Pernyataan adanya perlakuan tidak adil yang dilakukan pemerintah China juga terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap mereka yang memiliki hubungan dengan militer China dan melakukan penelitian atau mendapatkan bantuan teknologi dari universitas asing.
Pemerintah Amerika Serikat dibawah kepemimpinanDonald Trump sebelumnya sudah menerapkan pembatasan terhadap mahasiswa pascasarjana China untuk masuk ke Amerika Serikat karena khawatir mereka memiliki hubungan dengan militer sehingga 'berisiko lebih besar ' untuk dipaksa bekerja sama dengan Pemerintah China.
"
"Walau kasus yang sekarang ini masih belum jelas, militer China mengirim sejumlah besar ilmuwannya untuk mendapatkan pelatihan dan bekerja di universitas asing," kata Joske.
Baca Juga: Xi Jinping Gencar Kampanye 'Kekayaan Merata', Crazy Rich China Ramai-ramai Simpan Harta di Singapura
""Secara terpisah pula mahasiswa memang umumnya diharuskan menjalankan pelatihan gaya militer ketika masuk universitas," katanya.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News.
Berita Terkait
-
Hashim: Hunian Vertikal di Kampung Bandan Wujud Program 3 Juta Rumah
-
Registrasi SIM via Biometrik, Warga Bisa Terancam Kehilangan Hak Komunikasi
-
Penjelasan 4 Teaser Avengers: Doomsday, Petunjuk Awal Perang Terbesar di MCU
-
6 Film Terbaru Jerome Kurnia, Penerbangan Terakhir Lagi Tayang di Bioskop
-
Hasil Studi: Reputasi Kelihatan Abstrak, Tapi Bisa Bikin Perusahaan Panen Untung
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Ton Emas Sehari
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov