"Apa yang terjadi di kawasan kami disebabkan oleh agresi Rusia yang merupakan ancaman nyata terhadap negara dan warga Anda juga, karena ini adalah dasar dari semua keburukan, " kata Zelensky.
"Selama belasan tahun tidak ada ancaman serangan nuklir, sekarang para propaganda Rusia membicarakan kemungkinannya secara terbuka untuk menggunakan senjata nuklir terhadap mereka yang tidak mau tunduk kepada perintah Rusia."
Presiden Zelensky merujuk kepada penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 oleh kelompok separatis Ukraina yang mendapat dukungan Rusia di tahun 2014 yang menewaskan semua orang dalam pesawat termasuk 38 warga Australia.
Dia mengatakan jika saja Rusia mendapat hukuman dari negara-negara Barat karena peristiwa tersebut maka perang saat ini tidak akan terjadi.
"Apakah kita berhasil mendapatkan pertanggungjawaban dari mereka yang menyebabkan tragedi? Tidak. Karena mereka bersembunyi di Rusia," katanya.
"Bila dunia menghukum Rusia di tahun 2014 dengan apa yang dilakukannya, maka tidak akan terjadi invasi ke Ukraina di tahun 2022."
Zelensky dianggap 'singa demokrasi'
Perdana Menteri Scott Morrison dan Pemimpin Oposisi Anthony Albanese juga memberikan pidato dalam sidang parlemen Kamis malam kemarin.
PM Morrison mengumumkan bantuan tambahan AU$25 juta, atau lebih dari Rp250 miliar untuk Ukraina.
"Hari ini di sini, di rumah demokrasi Australia, kami menyambut Anda sebagai singa demokrasi," katanya.
Baca Juga: Perang Ukraina Bangkitkan Trauma Penyintas Perang Dunia Kedua di Jerman
"Kami berdiri dengan anda, Presiden dan kami tidak berdiri dengan para penjahat perang dari Moskow," kata PM Morrison.
Pemimpin oposisi Australia, Anthony Albanese mengatakan parlemen Australia "mendapat kehormatan" bisa mendengarkan langsung dari Presiden Zelensky.
"Dengan memberikan waktu Anda selama beberapa menit di saat-saat seperti ini [saat perang] adalah tindakan yang sangat kami hargai dan kami mengucapkan terima kasih," katanya.
""[Vladimir] Putin dan rejim-nya akan mendapat tantangan dan konsekuensi serius. Usahanya untuk memecah belah Barat telah membuat kami semakin dekat satu dengan yang lain.
"Ketika Anda berdiri menantang tirani ini menunjukkan kepada kami keberanian yang Anda miliki, keberanian yang sudah menjadi bagian dari anda."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Tag
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau
-
Cerita ASN Terobos Api Lewat Tangga Darurat Saat Kebakaran Gedung Kemendagri
-
Luncurkan Buku, Sekjen Golkar Sarmuji Tegaskan Politik Harus Menolong Rakyat
-
Apa Isi Piagam ASEAN? Disinggung China Terkait Izin Terbang Militer AS di Wilayah Indonesia
-
16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual
-
Legislator DKI Hardiyanto Kenneth Endus Praktik 'Parkir Gelap' di Mal Jakarta
-
Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!
-
Berlangsung Masif dan Meluas, Komnas HAM Belum Temukan Dalang Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Nus Kei Dibunuh karena Dendam Lama, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU