Suara.com - Apabila ada seorang yang menghina ajaran agama islam, menghina Nabi Muhammad SAW, bahkan menghina Allah SWT, maka lepaslah iman yang ada di dalam dirinya. Lantas apa solusi bagi penghina agama islam tersebut? Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya.
Maka langkah pertama yang harus diambil adalah dengan memanggil orang yang menghina agama islam tersebut. Lantas penghina agama islam tersebut diberi waktu selama 3 hari untuk melakukan pertaubatan atas prilaku yang dilakukannya.
“Kalau dia menghina pada Hari Jumat, maka dia masih bisa melihat matahari terbit pada hari Sabtu, Hari Ahad, Hari Senin. Hari Senin menjelang maghrib azan berkumandang, dia pun dipanggil. Apakah engkau masih menghina Nabi Muhammad SAW? Apakah engkau masih menghina Allah SWT? Apakah masih menghina Al – Qur’an? Apakah masih menghina ajaran islam?,” kata Ustadz Abdul Somad.
Melansir dari kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official yang mengunggah video ceramah dengan judul ‘Solusi untuk Penghina Agama’ pada Jumat (1/4/2022), dijelaskan apabila penghina agama islam tersebut bertaubat sebelum 3 hari, maka ia akan seperti orang yang tidak pernah berdosa.
“Begitulah ajaran agama islam. Dari mulai legam kotor penuh dengan kesalahan. Dihapuskan sesuci – sucinya. Semua dosa silam salahnya diganti Allah SWT dengan kebaikan – kebaikan. Allah SWT membukakan pintu taubat seluas – luasnya,” imbuh Ustadz Abdul Somad.
Namun, apabila selama 3 hari, penghina agama islam tersebut masih bertahan dengan sikap dan perkataannya, atas hinaan terhadap Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Al – Qur’an, dan ajaran agama islam. Solusinya tiada lain adalah dengan menumpahkan darahnya.
“Wattaariku lidiinihil, orang yang menghina agama islam, mencaci maki ajaran Allah SWT, meninggalkan agama islam, mufaariku liljamaaati, meninggalkan jamaah, maka mereka juga halal ditumpahkan darahnya. Tidak ada solusi lain,” jelasnya.
Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan, tidak ada solusi lain bagi penghina agama islam, selain menumpahka darahnya. Karena apabila dipenjara, maka hanya akan menghabiskan anggaran untuk memberinya makan dan menggaji pegawai sipir.
“Jumlah kepolisian sudah tidak mencukupi dengan banyaknya jumlah kriminalitas. Akhirnya, penjara bertumpuk – tumpuk dengan pelaku maksiat dan dosa. Padahal ada hukuman yang bisa memberi efek jera. Fungsi dari hukuman adalah supaya orang jera tidak lagi melakukan perbuatan yang sama,” tegas Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Bisnis dan Harta Tersangka Pemerkosaan 13 Santri Putri Akan 'Diserahkan' Pada Korban
Lantas apakah mengurung orang bisa membuat efek jera? Tanyaya. Namun, dari beberapa kasus yang terjadi. Dari sebelumnya menjadi penjahat kecil, namun setelah dikurung beberapa tahun di penjara, malah menjadi penjahat besar.
Demikianlah penjelasan Ustadz Abdul Somad mengenai solusi untuk penghina agama islam. Salah satu jalan yang bisa diambil untuk memberi efek jera terhadap penghina agama – agama lain, adalah denga menumpahkan darahnya.
Kontributor : Agung Kurniawan
Berita Terkait
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
Detik-detik Ustaz Abdul Somad Diadang Warga di Kutai Barat, Ada yang Naik ke Kap Mobil
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Pembelaan Diri Nana Diterima, Pelaku Perampokan Divonis 7 Tahun Penjara
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis