Suara.com - Sebuah pesan berantai tengah menggegerkan sejumlah pengguna WhatsApp di Indonesia. Pasalnya beredar kabar soal pembagian Al Quran dengan terjemahan palsu ke berbagai sekolah.
Dalam narasi yang beredar, pembagian Al Quran dengan terjemahan menyimpang itu dilakukan dengan dalih wakaf. Disebutkan bahwa Al Quran itu mencantumkan terjemahan yang salah dari surat Al Maidah ayat 51.
"Innalillahi wa innaillaihi roojiuun... Kini alqur'an Nusantara sudah di Realisasikan. Astaghfirullah... Ya Allah ampunilah kami dan selamatkan kami dan Anak Cucu kami dari api neraka," begitulah narasi pembuka dari pesan berantai yang beredar, dikutip pada Rabu (6/4/2022).
"Telah dibagikan Al-Quran dengan terjemahan PALSU ke sekolah-sekolah dengan dalih wakaf Al-Quran. Tolong Jika ada WAKAF QUR'AN PALSU dicek surat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti terjemahannya....." imbuhnya.
Disebutkan ada perubahan terjemahan dari kata "pemimpin" menjadi "teman setia" di Al Quran terjemahan palsu ini.
"Gerak cepat, Laporkan!!! ..... ada Al Qur'an Palsu.. sekarang sudah beredar Al Quran terjemahan baru Al Maidah 51, 'pemimpin' sudah berganti dengan 'teman setia'," terangnya.
"Dan Hampir semua yang dijual di GRAMEDIA... Tafsirnya diganti jadi teman setia !!! Ini... Betul-betul sudah keterlaluan. Islam yang sesungguhnya... Dihantam dari semua arah," sambungnya.
Sebagai penutupnya, tentu ada imbauan agar pesan ini diteruskan ke sesama umat Muslim.
Namun sebenarnya seperti apa fakta terkait pesan berantai yang menggegerkan ini?
Baca Juga: 3 Waktu Terbaik untuk Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan
PENJELASAN
Melansir Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi yang beredar lewat pesan berantai ini ternyata sudah ada sejak lama.
Terkait terjemahan surat Al Maidah Ayat 51, pihak Kementerian Agama ternyata telah memberi klarifikasinya sejak tahun 2016. Kemenag menegaskan bahwa surat Al Maidah ayat 51 sudah diterjemahkan sesuai konteks.
Narasi yang serupa di pesan berantai ini pun telah beredar sejak beberapa tahun lalu dan telah dipastikan sebagai konten yang menyesatkan.
KESIMPULAN
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa narasi yang menjadi pesan berantai di WhatsApp ini kurang tepat.
Berita Terkait
-
3 Waktu Terbaik untuk Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan
-
Beragam Kegiatan yang Dilakukan 5 Artis Mualaf Ini Selama Ramadhan, Belajar Sholat hingga Rajin Ngegym
-
CEK FAKTA: Vaksin dan Tes Swab Dapat Membatalkan Puasa, Benarkah?
-
Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar: Wajah Bersinar Hingga Bersikap Tenang
-
CEK FAKTA: Beredar Permohonan Aktor Steve Emmanuel Bersama Anaknya Sebelum Dieksekusi Mati, Benarkah?
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres
-
KPK soal Kepala Daerah Dipilih DPRD: Tekan Biaya Politik, Cegah Korupsi
-
Tabrak Lari di Tambora Tewaskan Dua Orang, Mobil Pelaku Ringsek Ditabrak Kereta
-
Pesepeda Luka Kepala Ditabrak Mobil Listrik di Jalan Sudirman
-
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor
-
Demokrat Nilai Langkah Hukum SBY Jadi Pendidikan Politik Lawan Disinformasi
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Kemen PPPA Pastikan Hak dan Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi