- Partai Demokrat dukung SBY pertimbangkan jalur hukum terhadap akun anonim penyebar fitnah.
- Fitnah tentang SBY dan isu ijazah Jokowi dinilai merusak ruang publik serta kualitas demokrasi.
- Langkah hukum melalui somasi merupakan mekanisme beradab untuk hentikan perbuatan melawan hukum.
Suara.com - Partai Demokrat menilai langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mempertimbangkan jalur hukum terhadap akun-akun anonim penyebar fitnah sebagai upaya penting menjaga kualitas demokrasi di tengah maraknya disinformasi di media sosial.
Kepala Badan Riset & Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan fitnah yang mengaitkan SBY dengan isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo bukan hanya menyerang individu, tetapi juga mencederai ruang publik yang sehat.
“Disinformasi semacam ini bukan sekadar menyerang reputasi personal, tetapi juga merusak ruang publik dan kualitas demokrasi,” kata Umam dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Umam menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan fakta hubungan politik antara SBY dan Joko Widodo. Ia menyebut SBY tidak terlibat dalam isu tersebut dan saat ini tidak aktif dalam politik praktis.
Menurut Umam, pola penyebaran fitnah yang dilakukan akun-akun anonim secara masif dan berulang berpotensi membentuk persepsi publik yang menyesatkan jika tidak dilawan secara tegas.
“Diam terhadap fitnah berisiko dianggap sebagai pembenaran. Pembiaran justru menciptakan preseden buruk, seolah politik fitnah dapat dinormalisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah hukum yang diawali dengan somasi merupakan mekanisme beradab dalam penegakan hukum, sekaligus membuka ruang klarifikasi sebelum masuk ke ranah pidana.
“Somasi bertujuan menghentikan perbuatan melawan hukum, memberi kesempatan klarifikasi atau permintaan maaf, sebelum proses hukum berlanjut,” kata Umam.
Lebih jauh, Umam menilai langkah SBY memiliki nilai edukatif bagi publik di era media sosial, di mana informasi palsu kerap menyebar lebih cepat dibandingkan fakta.
Baca Juga: Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
“Demokrasi harus berjalan berdasarkan rule of law, bukan rule of noise. Kebebasan berekspresi tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menyebarkan kebohongan,” tegasnya.
Menurut Umam, penegakan batas etika dan hukum dalam ruang digital menjadi bagian penting dari pendidikan politik agar demokrasi tetap sehat, akuntabel, dan berbasis kebenaran.
Berita Terkait
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Tahanan Demo Agustus 2025 Meninggal di Rutan Medaeng, Mantan Napol Desak Investigasi Independen!
-
Elit PDIP soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Akan Marah, Hak-haknya Diambil
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!
-
Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
-
Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania
-
Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut