Suara.com - Sementara gambar-gambar warga sipil yang tewas tergeletak di jalanan Bucha tersebar, Rusia bersikeras tentaranya tidak membunuh penduduk sipil dan menuduh semua gambar itu hanya “adegan pesanan”.
Makin sulit bagi pemerintah Rusia membantah apa yang terjadi di Bucha, kota kecil sekitar 25 kilometer dari Kyiv, yang sempat diduduki militer Rusia ketika mengepung ibukota Ukraina.
Namun karena perlawanan sengit dan korban di pihak sendiri makin banyak, Rusia akhirnya minggu lalu menarik mundur hampir semua pasukan dari sekitar Kyiv dan Kawasan utara Ukraina.
Apa yang ditinggalkan militer Rusia dan kemudian ditemukan pasukan Ukraina dan wartawan yang masuk ke Bucha adalah gambaran mengerikan.
Mayat-mayat warga sipil berserakan di jalan, di halaman rumah, dan tempat-tempat umum. Ada yang ditembak ketika naik sepeda, ada yang dibunuh dengan tangan terikat.
Ada mayat korban-korban sipil yang siap dibakar di bawah tumpukan ban. Setelah merebut kembali Bucha, pihak Ukraina segera melakukan dokumentasi dan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti pembunuhan warga sipil.
Setelah itu para wartawan diundang ke lokasi untuk menyaksikan situasi di Bucha.
Rusia bantah militernya lakukan pembunuhan warga sipil Sejak awal, Rusia membantah berita-berita tentang Bucha dan mengatakan, semuanya adalah "adegan pesanan”.
Argumen ini memang sering diajukan Rusia, yang sebelumnya juga pernah melansir berita bahwa korban ibu hamil yang tewas setelah rumah sakit anak diserang adalah seorang pemain teater yang memainkan adegan itu.
Baca Juga: Norwegia dan Yunani Usir Diplomat Rusia, Merespons Pembantaian di Bucha
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut gambar-gambar dari Bucha sebagai "provokasi anti-Rusia yang dikelola pemeran panggung.''
Juru bicara pemerintah Dmitry Peskov mengatakan gambar itu berisi "video pemalsuan dari berbagai pemalsuan.''
Ketua parlemen Rusia Vyacheslav Volodin menerangkan: "Situasi di Bucha adalah provokasi yang ditujukan untuk mendiskreditkan Rusia. Washington dan Brussels adalah penulis skenario dan sutradara dan Kyiv adalah aktornya."
Volodin menegaskan: "Tidak ada fakta-faktanya.”
Sebelumnya pihak Rusia sudah menyatakan, tak seorang pun warga sipil yang terbunuh oleh militer Rusia.
Duta Besar Rusia di PBB Vassily Nebenzia menegaskan dalam konferensi pers kepada wartawan: "Tidak seorangpun penduduk lokal yang mengalami tindak kekerasan apapun.”
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi