Suara.com - Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) menjadi perbincangan hangat publik diberbagai media sosial. Lantaran, sikap Presiden Jokowi sebelum menjadi presiden dan setelah menjadi presiden sangat berbeda.
Apabila dikilas balik, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Presiden Jokowi pernah berbicara kepada media, bahwa dirinya tidak sepakat dengan kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Menurutnya kala itu, kalau bisa bantuan itu diberikan untuk membangun usaha – usaha produktif.
Namun, sikap berbeda ditunjukkan olehnya saat menjabat sebagai Presiden. Melalui keterangan pers, Presiden Jokowi akan menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng kepada masyarakat, dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat.
Perbedaan sikap itulah, yang kemudian menjadi buah bibir publik. Tak terkecuali warganet di media sosial Twitter, salah satunya, seperti akun @seoyoto1 yang mengunggah sebuah video kompilasi perbedaan sikap Jokowi dahulu dan sekarang.
Video tersebut diawali dengan pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan, “Dari dulu memang paling tidak senang bantuan tunai. Kalau bisa bantuan itu diberikan untuk usaha-usaha produktif, usaha-usaha kecil, usaha rumah tangga yang produktif. Itu akan lebih baik,” katanya.
Lantas ia juga menambahkan, “Dari dulu saya enggak setuju BLT, entah yang ini yang balsem ini juga semuanya enggak,” ungkapnya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, yang waktu itu mengkiritik kebijakan Bantuan Lansung Tunai (BLT) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kemudian video dilanjut dengan pernyataan Presiden Jokowi saat akan menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng untuk masyarakat yang masuk dalam daftar penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah akan memberikan BLT minyak goreng. Bantuan itu akan diberikan kepada 20,5 juta keluarga yang termasuk dalam daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta 2,5 juta PKL yang berjualan makanan gorengan,” katanya, dalam video yang sebelumnya disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Unggahan tersebut pun, mengundang berbagai reaksi warganet, seperti komentar dari salah satu akun yang menuliskan, “Pak Gub sinis banget ke Pak Presiden,” tulisnya. Lantas akun lain menuliskan, “mencla – mencle,” komentarnya.
Kontributor : Agung Kurniawan
Berita Terkait
-
Mahasiswa Bergerak Tolak Wacana Tiga Periode Presiden Jokowi, Anggota DPRD Lebak: Saya Berharap Berhenti Untuk Demo
-
Luhut Ditunjuk Jokowi jadi Ketua Dewan SDA Nasional, Publik: Semua untuk Opung, Kayak Enggak Ada Orang Lain
-
Netizen Komentari Postingan Jokowi Pakai Pantun: Potong Bebek Angsa, Gagal Ngurus Bangsa, Minta Tiga Kali
-
Tolak Wacana Tiga Periode Presiden Jokowi, Ribuan Mahasiswa Bogor Minta Hal Ini dan Ancam Geruduk Istana
-
Mahasiwa Mau Demo Besar-besaran Kritik Rezim Jokowi, Wiranto: Ketimbang Panas-panasan, Mending Bicara di Ruangan Adem
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025