Suara.com - Sebuah video yang menggambarkan beberapa bus yang diduga mengangkut mahasiswa untuk berunjuk rasa di Jakarta beredar di media sosial.
Dalam video tersebut dibuat narasi, seolah bus yang diberhentikan di Pelabuhan Bakauheni berisi dihentikan aparat dan dipaksa putar balik. Merespons kabar tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menegaskan, jika video yang beredar tersebut adalah hoaks.
"Jadi ada video viral, kendaraan bus yang mengangkut mahasiswa untuk unjuk rasa diberhentikan di Pelabuhan Bahauheni merupakan hoaks," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad di Bandarlampung, Minggu (10/4/2022).
Pandra menyatakan telah mengonfirmasi video yang beredar tersebut ke Kapolres Lampung Selatan, kemudian dipastikan jika video tersebut merupakan tidak benar.
Untuk mengusutnya, kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku penyebar video hoaks dengan menerapkan sanksi hukum pidana bagi pelaku yang membuat dan menyebarkan berita hoaks sesuai UU Nomor11 Tahun 2008 tentang ITE Pasal 28 dengan ancaman pidana enam tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar.
"Penyebar maupun pembuat berita hoaks akan dikenakan UU ITE," katanya.
Ia juga mengimbau agar setiap informasi yang didapat masyarakat, sebaiknya dicek terlebih dahulu tentang kebenarannya sebelum disebarluaskan.
"Jadi pada intinya video yang beredar viral di dunia maya adalah hoaks dan merupakan tayangan lama tentang penyekatan arus mudik Lebaran tahun 2020-2021 di JTTS Kalianda, Lampung Selatan. Mari kita ciptakan hidup damai di Lampung, agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video beredar status di media sosial. Dalam tayangan itu, terlihat sebuah kendaraan bus yang diduga mengangkut mahasiswa untuk mengikuti unjuk rasa di Jakarta dihentikan saat berada di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Sebelumnya beredar, video dari akun Twitter @KotakPandora5 yang menyebut jika bus dari seluruh Sumatera yang akan menuju Jakarta diputar balik di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.
"Saat ini seluruh Bus Se-Sumatera yang menuju Jakarta untuk Demo Hari Senin diputar balik oleh Rezim Laknat ini di Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak rezim pengecut," tulis akun tersebut yang disertai tayangan video.
Hingga berita ini diunggah, video tersebut di retweet hingga 1.199 kali, dikutip 310 kali dan disukai 2.008 followers.
Untuk diketahui, tayangan video tersebut sebelumnya pernah beredar pada tahub 2021 silam. Video yang diunggah akun Instagram Orangbakau tersebut tertulis, jika bus tersebut disuruh putar balik karena tidak bisa menunjukan surat rapit tes dan surat vaksin.
"Suasana di Pelabuhan Bakauheni malam ini rusuh... Puluhan bus lintas Sumatera disuruh putar balik ke tempat asal oleh petugas, dikarenakan tidak bisa menunjukan surat rapit tes dan surat vaksin..."
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara