Suara.com - Korban tewas warga sipil dalam perang Rusia-Ukraina bertambah menjadi 1.892 orang, sementara jumlah yang melarikan diri dari perang melebihi 4,6 juta orang, demikian laporan PBB pada Selasa (12/4/2022).
Setidaknya 2.558 orang terluka di Ukraina sejak 24 Februari, kata Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) dalam sebuah pernyataan.
“Sebagian besar korban sipil yang tercatat disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas, termasuk penembakan peluru artileri berat dan beberapa sistem peluncuran roket, serta serangan rudal dan udara,” tambah OHCHR sebagaimana dilansir dari kantor berita Anadolu, Rabu (13/4/2022).
Data dari Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menunjukkan jumlah orang yang telah meninggalkan Ukraina sejak awal perang telah meningkat menjadi lebih dari 4,61 juta.
Sebagian besar dari mereka telah pergi ke negara-negara tetangga – lebih dari 2,64 juta ke Polandia, 701.741 ke Rumania, 433.083 ke Rusia, 428.954 ke Hongaria, 413.374 ke Moldova, 320.246 ke Slovakia dan 21.292 ke Belarus, menurut angka terbaru UNHCR.
Masih ada jutaan pengungsi internal di Ukraina, dengan update dari Organisasi Internasional untuk Migrasi awal pekan ini mengungkapkan jumlahnya sekitar 7,1 juta orang.
Berita Terkait
-
Medvedchuk, Politisi Ukraina Pendukung Vladimir Putin Ditangkap
-
Unggah Video Kesehariannya di Ukraina, Vlogger China Ini Dihujat hingga Dicap Pengkhianat
-
Inggris Segera Beri Respon Cepat Bila Rusia Gunakan Senjata Kimia di Ukraina
-
Putus Hubungan, Nokia Setop Bisnis di Rusia
-
Tempat Usahanya Habis Dijarah, 11 Pengelola Pom Bensin Di Ukraina Tuntut Rusia Di Pengadilan AS
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar