Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana melakukan revitalisasi pada 46 halte di ibu kota. Rencananya, pengerjaan akan dimulai pada Jumat (15/4/2022) besok.
Hal ini dikatakan oleh Direktur Teknik dan Digital TransJakarta Indrayana. Ia menyebut pihaknya menargetkan revitalisasi selesai dalam waktu enam bulan.
"Programnya (revitalisasi) ini rencana kita mulai hari Jumat besok lusa tanggal 15 April dan akan kita selesaikan secara keseluruhan dalam waktu 6 bulan," ujar Indrayana kepada wartawan, Rabu (14/4/2022).
Untuk pengerjaan proyek ini, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 600 miliar. Revitalisasi ini nantinya juga akan menghasilkan halte ikonik dan yang terintegrasi dengan moda transportasi lain.
Empat halte yang termasuk ikonik adalah Halte Dukuh Atas 1, Tosari, Bundaran HI, dan Sarinah. Lalu, untuk halte terintegrasi di antaranya Halte Cawang-Cikoko, Kebon Pala, Stasiun Jatinegara 2 dan Juanda.
"Kemudian secara sisanya adalah halte-halte biasa," jelas Indrayana.
Revitalisasi ini akan membuat tiap halte yang dikerjakan nantinya memiliki fasilitas tambahan. Selain itu, pihaknya juga berupaya memberikan akses dan kenyamanan bagi disabilitas.
"Kami menyediakan toilet umum, maupun musola di setiap halte. Jadi para pelanggan bisa ke toilet di halte mana saja. Kemudian musolla ada di setiap halte, kemudian yang beda, saat ini kita betul mempertimbangkan akses bagi disabilitas, jadi kita jamin disabilitas terlayani dengan kondisi optimal," tuturnya.
Selama pengerjaan, 46 halte tersebut akan ditutup sementara. Namun, pihaknya menyediakan shuttle bus untuk pelanggan agar layanan tidak terganggu.
Baca Juga: TransJakarta Setop Sementara Empat Rute Layanan yang Lewati DPR
"Yang tadinya ada di jalur BRT kan kita pindahkan ke jalur reguler, sehingga nanti ada bus shuttle, yang melayani rute pendek tersebut, memindahkan penumpang yang seharusnya ada di jalur BRT tapi dia ada di jalur BRT, kita kembalikan lagi ke tengah, demikian juga sebaliknya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya
-
Imbas Proyek LRT Fase 1B, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Transjakarta Berduka dan Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Maut di Pondok Labu ke Polisi
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Bukan Mewah, Begini Konsep Upacara 17 Agustus di IKN Menurut Basuki Hadimuljono
-
Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh
-
Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung
-
Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik
-
Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?