Suara.com - Joko Suranto, sosok Crazy Rich Grobogan menjadi perbincangan setelah memberikan dana sebesar Rp 2,8 M untuk pembangunan jalan di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobokan. Banyak fakta terkait dengan pembangunan proyek tersebut.
Dana yang dihabiskan mencapai Rp 2,8 M, tentunya hal ini seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah setempat untuk memperbaiki jalan tersebut.
Jalan tersebut telah rusak selama 20 tahun dan menyebabkan banyak korban kecelakaan. Hal ini membuat Joko prihatin karena tidak adanya aksi perbaikan selama 20 tahun.
Sebelumnya, Kepala Desa Jetis telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Padahal, jalan yang perlu diperbaiki tersebut merupakan jalur perekonomian yang menghubungkan beberapa desa. Desa-desa tersebut adalah Karangrayung, Grobokan, dan merupakan jalan Kabupaten Boyolali.
Setelah itu, Joko Suranto pun memberikan dana tersebut dan memperbaiki jalan sepanjang 1,8 Kilometer. Proses perbaikan tersebut berjalan selama 21 hari. Jangka waktu tersebut terbilang sangat cepat.
Kualitas perbaikan jalan tersebut juga sangat baik. Jalan tersebut diselesaikan selama 4,5 meter dengan ketebalan jalan bercor tulang selebar 20 centimeter.
Fenomena ini membuat warganet turut berkomentar. Beberapa menanggapi sikap baik Joko Suranto. Beberapa orang juga menyayangkan sikap pemerintah yang bahkan membuat masyarakat harus beraksi sendiri.
Salah satu akun Twitter @AREAJULID mencuitkan mengenai artikel tentang Joko Suranto yang memperbaiki jalan desanya. “Ini kira kira pemerintah daerahnya malu gak ya wkwkwk” tulis akun @areajulid.
Respon Warganet
Baca Juga: Kementerian PUPR Ajak Semen Indonesia Terapkan Konstruksi Ramah Lingkungan di Indonesia
Hal tersebut langsung mendapatkan beragam komentar dari warganet. Mereka mengaku salut dan memberikan komentar positif. Di samping itu, warganet juga memberikan sentilan kepada pemerintah daerah yang dianggap kurang peka.
"Sikap terpuji dan patut dicontoh," tutur warganet.
“Crazy rich pas anaknya di tegor "eh, emang jalanan ini punya ortu loh" Anaknya: "iyaa”,” tulis warganet.
“Setidaknya dia udah ngeluarin modal buat kontribusi membantu jalanan yang rusak untuk biaya perawatan kedepan mungkin nantinya saling gotong royong iuran,” tulis akun @kli****.
"Wahh patut dicontoh ini. Tidak harus pejabatpun bisa membangun jalan, sehat selalu buat keluarga bapak," kata warganet lain.
"Ini bener-bener crazy rich, mudah-mudahan Allah yang membalas kebaikanmu, amiin," ujar warganet.
Berita Terkait
-
Profil Joko Suranto, Sosok Crazy Rich Grobogan yang Rogoh Rp 2,8 M untuk Bangun Jalan Desa
-
Jelang Mudik Lebaran 2022, Kementerian PUPR Tutup Lubang di Sepanjang Jalinsum Lampung
-
Crazy Rich Grobogan Joko Suranto Bangun Jalan Sendiri di Desanya yang 20 Tahun Rusak, Habiskan Rp 2,8 Miliar
-
Kementerian PUPR Ajak Semen Indonesia Terapkan Konstruksi Ramah Lingkungan di Indonesia
-
Pemprov Sulsel dan Kementerian PUPR Bahas Pembangunan Jalan Makassar-Bone dan Pembangunan Rumah Susun
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Jabar Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan via WhatsApp, Jakarta Kapan?
-
Bukan 3 Orang, Ternyata Kejagung Kasasi 8 Bankir yang Divonis Bebas di Kasus Sritex
-
Kunjungi Lampung Selatan, Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Apresiasi Komitmen Daerah Tangani Zero Dose
-
Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Masuk Kelompok Ekonomi Terbawah, 11 Ribu Nama Dibuang dari Daftar Penerima Bansos