Suara.com - Direktur Eksekutif Lembaga Kajia Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri memberikan penilaian soal ketegasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan.
Rudi menilai pernyataan Jokowi terkait wacana tersebut bisa membuat pendukung isu itu merasa ketar-ketir alias ketakutan.
Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Jokowi menyampaikan dirinya menolak wacana tersebut.
Menurut Rudi, ketakutan para pendukung wacana tersebut muncul setelah Jokowi meresmikan anggota KPU dan Bawaslu untuk Pemilu 2024.
"Pemilu tetap sesuai jadwal pada 14 Februari 2024. Jadi, itu ketakutan tersendiri bagi para pendukung wacana buruk tersebut," kata Rudi, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Selasa (19/4/2022).
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa Jokowi sudah menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan.
Tak hanya itu, Jokowi bahkan menduga pihak yang mendukung wacana tersebut ingin menampar, mencari muka, dan ingin menjerumuskannya.
Menurut Rudi, para pendukung wacana tersebut tak bisa berkutik untuk melancarkan isu pemilu ditunda.
"Mereka sekarang tidak bisa lagi melontarkan isu tersebut. Jadi, kepentingan mereka tidak berjalan lancar," bebernya.
Baca Juga: Catat! Aturan Baru Mudik Lebaran 2022 Untuk Anak dan Remaja Yang Belum Vaksin Booster
Perlu diketahui, ada tiga menteri yang mendukung adanya wacana penundaan pemilu.
Beberapa pihak yang menyampaikan wacana tersebut antara lain Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Selain itu, wacana tersebut juga didukung oleh Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Menurut Rudi, siapapun orang yang mendukung wacana tersebut termasuk pemicu kerusuhan.
Pasalnya, wacana tersebut berbuntut panjang hingga menimbulkan aksi demo yang dilakukan mahasiswa.
"Siapa pun di Istana atau bukan, mereka tetap saja orang-orang pemicu kerusuhan," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Posting Meme soal THR: Orang Indonesia Memang Kreatif dan Jenaka!
-
Kaesang Blak-blakan Soal Presiden Tiga Periode: Saya Juga Capek!
-
Densus 88 Sebut Terduga Terorisi Jaringan NII Sumbar Berencana Gulingkan Pemerintahan Jokowi Jelang Pemilu 2024
-
Catat! Aturan Baru Mudik Lebaran 2022 Untuk Anak dan Remaja Yang Belum Vaksin Booster
-
Amien Rais Sebut Luhut Idap Megalomania, NasDem: Sebaiknya Menteri Memang Tidak Mendominasi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Dua Bus Transjakarta 'Adu Banteng' di Jalur Langit Koridor 13
-
Sabah Diguncang Gempa M 7,1, Getaran Terasa hingga Kaltara
-
Prediksi Cuaca Hari Ini, Cek Daerah Berpotensi Hujan Deras Disertai Petir
-
Gempa M 7,1 Guncang Wilayah Kalimantan, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Bisa Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
-
DPR Desak Proses Pidana Oknum Brimob dalam Kasus Tewasnya Pelajar di Maluku Tenggara
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP