Suara.com - Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep kembali mencuri perhatian lewat statemennya. Kaesang mengaku pernah menolak tawaran maju sebagai calon anggota DPR RI karena "malas" jadi pejabat.
Statemen ini disampaikan Kaesang ketika berbincang dengan artis Irfan Hakim, dalam channel Youtube DeHakims story, beberapa waktu lalu.
Dalam perbincangan selama 19 menit tersebut, Irfan Hakim menanyakan alasan Kaesang enggan menjadi pejabat.
"Lu kok nggak mau jadi pejabat? Gak mau di pemerintahan?" tanya Irfan Hakim
Tanpa basa-basi Kaesang menyebut faktor gaji jadi alasan utama.
"Gajinya dikit," singkat Kaesang yang kemudian disambut tawa seisi ruangan.
Kemudian, Irfan Hakim bertanya lagi tentang fenomena banyaknya orang yang ingin jadi pejabat. Kaesang kembali memberi jawaban yang memancing gelak tawa.
"Ya nggak tau lah, mungkin passion-nya," kata Kaesang.
Kaesang pun kemudian mengungkap sebuah fakta tentang tawaran menjadi politisi. Pria yang juga Direkrut Utama Persis Solo ini pernah menolak tawaran untuk maju sebagai calon anggota DPR RI.
Baca Juga: Kaesang Bocorkan Rencana Jokowi Setelah Tak Lagi Jabat Presiden, Bakal Jadi Ketua Partai?
"Dari 2019 sudah ada (tawaran). Dari DPR, semua ada," tutur Kaesang yang mengaku menolaknya.
Irfan Hakim juga membicarakan situasi yang sama. Dia mengaku pernah mendapat tawaran masuk politik dengan iming-iming uang hingga miliaran rupiah. Kaesang kemudian memberi saran.
"Iya tahu, pasti kayak gitu (tawaran uang miliaran). Nggah usah (diterima), udah bener di sini, bebas. Mau ngapain saja bebas," timpal Kaesang.
Pilihan untuk tak maju sebagai politisi membuat Kaesang seperti "warga sipil" sendiri ketika kumpul keluarga. Pasalnya, orang tua dan kakak-kakaknya sudah menjadi pejabat semua.
"Iya, memang bukan (pejabat) sendiri. Makanya kalau kumpul keluarga, seperti nanti lebaran nih, isinya ada Walikota Medan, Walikota Solo, Presiden...ada warga biasa masuk, misi pak," canda Kaesang.
Kaesang Pangerap memang kini fokus sebagai pengusaha. Ada beberapa usaha kuliner yang dijalankan, termasuk memegang kendali usaha milik keluarga, mulai dari bisnis mebel kayu hingga katering milik Gibran Rakabuming.
Berita Terkait
-
Kaesang Bocorkan Rencana Jokowi Setelah Tak Lagi Jabat Presiden, Bakal Jadi Ketua Partai?
-
Kaesang Blak-blakan Soal Presiden Tiga Periode: Saya Juga Capek!
-
Heran Gibran Terpilih Jadi Wali Kota Solo, Kaesang Pangarep: Receh Banget, Ada Aja yang Milih Dia
-
Pemprov Riau Kumpulkan Mobil Dinas, Larang Pejabat Pakai saat Cuti Lebaran
-
Kaesang Heran Gibran Bisa Jadi Walkot Solo, Bongkar Momen Memalukan Kakaknya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan