Suara.com - Menjelang Lebaran, banyak orang yang melakukan ziarah kubur ke makam keluarga. Lalu bagaimana hukum dan sejarah ziarah kubur Idul Fitri?
Pengasuh Pondok Pessantren Al-Bahjah, Buya Yahya menjelasan tentang sejarah ziarah kubur Idul Fitri dan hukumnya. Penjelasan Buya Yahya ini disampaikan melalui channel Youtube Al-Bahjah TV.
"Ziarah kubur adalah semula dilarang oleh Nabi dan akhirnya dianjurkan, maka ziarah kubur adalah sunnah," kata Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya ziarah kubur tujuan utamanya adalah mendoakan orang yang sudah meninggal. Namun tujuan lainnya juga sebagai pengingat pada yang masih hidup tentang kematian dan akhirat.
Dalam ziarah kubur, ada beberapa adab yang hendaknya dilakukan karena termasuk dalam tata krama berziarah.
"Di saat mengucapkan salam dihimbau untuk menghadap kepada wajah yang meninggal dunia," kata Buya Yahya.
Maksudnya, posisi yang berziarah seolah menghadap ke wajah yang didoakan ketika mengucapkan salam. Kemudian saat berdoa, adabnya adalah menghadap ke kiblat atau berbalik dari posisi awal ketika mengucap salam.
"Setelah itu doa-doa semuanya sebisa mungkin menghadap ke kiblat, sebisa mungkin. Tapi kalau tempatnya berdesakan menghadap ke mana saja Allah maha tahu sebab kiblatnya doa adalah atas," tutur Buya Yahya.
Di akhir penjelasan, ia mengatakan jika makam itu tak memungkinkan untuk melakukan 2 adab di atas maka doa boleh dilakukan di mana saja.
Baca Juga: 4 Tips Bagi-bagi THR pada Anak-Anak di Hari Raya, Jangan Bangkrut!
Sejarah Ziarah Kubur Idul Fitri
Menurut NU Online, pada masa awal-awal Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umat Islam melakukan ziarah kubur untuk menjaga akidah agar tak menjadi penyembah kuburan.
Setelah akidah umat Islam kuat dan tak ada kekhawatian berbuat syirik, Rasulullah SAW memperbolehkan sahabatnya melakukan ziarah kubur, karena hal ini bisa membantu umat Islam untuk mengingat kematian.
Buraidah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang, berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.” (HR. At-Tirmidzi)
Kesimpulannya, ziarah kubur dianjurkan dalam Islam baik bagi laki-laki maupun perempuan dan manfaat sangat besar.
Bagi orang yang telah meninggal, ziarah kubur membuat mereka menerima hadiah pahala bacaan Al-Qur’an, sedangkan bagi yang berziarah bisa mengingatkan manusia akan kematian.
Demikian penjelasan tentang hukum dan sejarah ziarah kubur Idul Fitri. Semoga informasi ini bermanfaat bagi umat muslim sekalian.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'