Setiap hari ayahnya di tengah serangan membawa makanan untuk anak dan istrinya yang mengungsi di stasiun tersebut.
Beberapa keluarga membawa tenda kecil untuk berlindung atau tinggal di dalam gerbong kereta yang diparkir di dalam stasiun.
Natalia Voronkina kadang membawa putrinya naik keluar stasiun untuk mendapatkan udara segar, tetapi selalu mengkhawatirkan adanya serangan.
"Kami tidak berani pergi jauh-jauh karena kadang terjadi ledakan, dan semua orang panik," katanya.
"Anak-anak menangis dan kami kembali lagi ke bawah tanah."
Kharkiv bagian penting dari rencana Rusia
Kharkiv yang terletak di dekat perbatasan dengan Rusia adalah kota penting Ukraina di bagian timur negara tersebut.
Selama ini, Kharkiv dikenal sebagai kota yang banyak berisi mahasiswa dengan budaya yang hidup, dengan gereja yang memiliki kubah keemasan berpenduduk sekitar 1,4 juta orang.
Sekarang Vladimir Putin ingin menguasai Kharkiv sebagai bukti usahanya menguasai seluruh Ukraina timur.
Serangan terbaru ini merupakan usaha menutup rasa malu Rusia karena kegagalan untuk menguasai ibu kota Kyiv sehingga pasukan Rusia sekarang mulai ditarik dari sana.
Baca Juga: Rusia Kepung Mariupol, Kuburan Massal Baru di Ukraina Terlihat Dari Luar Angkasa
Di Kharkiv gempuran Rusia terus berlangsung.
Mayat warga bergelimpangan di jalan-jalan di kawasan permukiman di mana warga terperangkap di rumah tanpa listrik, air bersih dan persediaan makanan.
ABC mengikuti perjalanan tim penolong dari Palang Merah untuk membantu korban serangan, tapi tidak lama kemudian kembali terjadi ledakan berikutnya.
Serangan Rusia ini dikenal dengan nama serangan ganda. Serangan kedua ini dilakukan hanya beberapa menit setelah serangan pertama sehingga sangat membahayakan kerja tim penyelamat.
Ini adalah serangkaian serangan membabi buta yang menyebabkan korban warga sipil di tengah meningkatnya gempuran di pusat kota Kharkiv.
Pada hari Minggu tanggal 17 April, ketika ABC berada di sana, sedikitnya lima warga sipil tewas terbunuh.
Berita Terkait
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran