Selain Afganistan, IS-K juga menargetkan negara tetangga Pakistan. Di sana, sedikitnya 64 orang tewas dalam serangan terhadap sebuah masjid Syiah pada awal Maret lalu.
Pelaku adalah warga negara Afganistan yang tinggal di Pakistan. Menurut seorang sumber Pakistan, pelaku sebelumnya kembali ke negaranya guna mempersiapkan serangan itu.
Di Afganistan, kaum Syiah yakni tepatnya Hasara Syiah juga menjadi sasaran IS-K. Anggota kelompok tersebut telah berulang kali diserang dalam beberapa bulan terakhir.
Dibayangi ancaman perang saudara
IS-K ingin mencapai beberapa tujuan mereka dengan menyerang kelompok Hasara Syiah.
Menurut sebuah studi oleh lembaga penelitian Amerika Wilson Center, mereka ingin tampil sebagai kelompok yang paling gigih dan mendapatkan anggota baru yang bengis.
Pada saat yang sama, IS-K mencoba untuk melemahkan legitimasi Taliban dengan serangan tersebut, kata Asiem Difraoui.
"Taliban mengampanyekan diri mereka dengan argumen keselamatan publik. Banyak orang Afganistan, bahkan yang secara ideologis tidak terlalu dekat dengan mereka, berharap bahwa negaranya akan menjadi lebih aman. Mereka berharap, misalnya, dapat melalui jalan raya dengan aman dan kembali bertani tanpa menghadapi ranjau, serta tidak lagi harus menanggung kehancuran desa mereka. Dan justru keamanan inilah yang coba dicegah oleh IS dengan segala cara, sehingga merusak legitimasi Taliban."
Pada akhirnya, IS-K mencoba memecah belah masyarakat. "Mereka menyerang kaum Syiah untuk menciptakan suasana perang saudara. Dalam hal ini, situasinya sebanding dengan yang terjadi di Irak pada tahun 2003."
Baca Juga: Taliban Larang PUBG dan TikTok, Dianggap Menyesatkan Generasi Muda
Situasi juga semakin memburuk karena AS hanya mampu mengamati kelompok-kelompok jihad secara terbatas sejak menarik pasukannya dari Afganistan.
Juga tidak jelas sejauh mana kerja sama dengan Taliban dapat dilakukan, misalnya dalam hal menyampaikan informasi intelijen tentang kelompok-kelompok jihad ini. Untuk saat ini, menurut studi Wilson Center, Taliban harus mengandalkan kekuatan mereka sendiri.
Mengingat keadaan ekonomi yang memburuk, tantangan ini tidak malah jadi berkurang. "ISIS bisa menjadi faktor pengganggu yang sangat besar," ujar Asiem Difraoui. ae/pkp
Berita Terkait
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata
-
Adik Ipar Serang Pesulap Merah usai Pengakuan Poligami, Keberadaan saat Istri Sakit Dipertanyakan
-
Jatuh Cinta Duluan, Ratu Rizky Nabila Awalnya Tak Tahu Pesulap Merah Punya Istri
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!