Suara.com - Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Yayat Sudrajat angkat bicara mengenai sejumlah peserta mudik yang memakai kaus bertuliskan "Anies untuk Presiden" saat program mudik gratis di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Yayat membantah pihaknya telah membagikan kaus tersebut.
Ia bahkan sampai mengatakan "demi Allah" untuk menekankan bahwa pihaknya tidak pernah membagikan atau memfasilitasi pembagian kaus tersebut. Ia mengaku tidak tahu siapa yang bertanggungjawab atas masalah ini.
"Demi Allah, saya enggak pernah tahu-menahu dan tidak pernah memfasilitasi adanya kaos itu. Makanya saya juga bingung," ujar Yayat saat dihubungi, Kamis (28/4/2022).
Yayat mengakui memang pihaknya membagikan paket kepada para pemudik yang berangkat. Namun, isi paket tersebut adalah perlengkapan kesehatan seperti hand sanitizer, masker, dan tisu basah.
"Yang dibagikan ke peserta pemudik, setahu saya dari PMI, berupa satu tool kit untuk kesehatan. Hanya itu yang saya tahu. Tidak ada pembagian kaos," jelasnya.
Selain itu, selama perencanaan mudik gratis juga tidak pernah ada anggaran untuk membeli kaus. Barang yang diberikan hanya yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pemudik.
"Kita lebih konsentrasi kepada tupoksi kita bagaimana beri pelayanan kepada para pemudik gratis ini agar bisa menikmati mudiknya dengan baik, memberikan pelayanan yang baik. Itu saja konsentrasi kita," pungkasnya.
Pemudik Pakai Kaus Anies Presiden
Sebelumnya, Beredar di media sosial pemberitaan mengenai sejumlah pemudik mengenakan kaus bertuliskan "Anies untuk Presiden" saat acara pemberangkatan mudik gratis di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Hal ini lantas menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca Juga: Mudik Lebaran, Semen Indonesia Berangkatkan 990 Orang ke Jateng dan Jatim
Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyesalkan terjadinya hal ini. Ia menilai hal tersebut tidak patut karena acara ini merupakan kegiatan yang dibiayai APBD.
Karena itu, tidak sepatutnya agenda yang menggunakan APBD malah dibalut dengan nuansa politik.
"Acara ini jelas APBD, uang masyarakat. Tidak elok sekali jika ada dugaan kepentingan ambisi politik Pak Gubernur Anies. Jangan sampai mudik gratis ini yang didanai uang negara dipolitisasi untuk keuntungan sendiri," ujar William, Kamis (28/4/2022).
Apalagi, kata William, bukan pertama kalinya ada kaus serupa saat acara pemerintah. Sebelum ini, ada relawan Anies yang menjual kaus bertuliskan sama dalam acara soft launching Jakarta International Stadium (JIS).
"Kemarin itu ditemukan juga penjualan kaos kampanye Pak Anies di JIS. Ini lama-lama bisa jadi kebiasaan jika tidak ditegur, dari skala kecil jadi besar dan bisa melanggar hukum," tutur William.
Dia pun menyarankan aga Anies memaksimalkan kinerja ke hal-hal penting untuk menuntaskan janji kampanyenya di beberapa bulan terakhir masa jabatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing