Suara.com - Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi umat Muslim, khususnya di Indonesia. Berbondong-bondong umat Muslim merayakan Idul Fitri dengan serangkaian ibadah salat Id hingga menggelar ramah-tamah untuk bercengkerama dengan kerabat dan sahabat.
Perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah di Indonesia tidak terlepas dari keragaman, terutama keragaman kehidupan beragama yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Sehingga, tidak jarang momen-momen toleransi terjadi antara pemeluk agama lain yang turut merasakan suasana kebahagiaan Idul Fitri.
Berbagai momen toleransi terjadi di masyarakat pada perayaan Idul Fitri tahun ini. Kami mengumpulkan setidaknya 6 momen yang menjadi bukti kebhinekaan masyarakat Indonesia. Mari intip bersama momen-momen toleransi berikut.
1. Halaman Gereja Kayutangan Malang jadi tempat salat Idul Fitri
Idul Fitri merupakan bukti dari hadirnya toleransi di masyarakat. Apa buktinya?
Pelataran Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) atau Gereja Kayutangan, Malang dijadikan lokasi bagi salat Idul Fitri bagi jamaat Masjid Jami Malang setelah masjid tersebut membludak dan tidak ada tempat tersisa.
Adapun gereja berusia 117 tahun tersebut dijadikan lokasi salat Id juga atas dukungan para Romo gereja.
"Memang untuk salat id untuk umat muslim yang posisinya di Kayutangan selalu kami buka tempat untuk saudara kita untuk beribadah," kata Pastor Rekan Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Romo Yoris, Senin (2/5/2022).
Tak hanya itu, gereja yang berlokasi 200 meter dari Masjid Jami Malang telah sekian lama diperuntukan sebagai lokasi salat Id sejak sekian lama. Akibat imbas dari pandemi, tahun-tahun sebelumnya gereja tidak menyediakan lokasi salat Id. Namun kembali disediakan pada tahun ini setelah ada pelonggaran.
"Tapi karena sudah pelonggaran kami sediakan lagi. Ini adalah hal yang luar biasa. Toleransi dan kerukunan beragama terjadi di sini," lanjutnya.
Baca Juga: Terpopuler Kemarin: Gereja Kayutangan Malang Beri Ruang Warga Menggelar Shalat Idulfitri
Pemuda gereja yang tergabung dalam paroki tersebut juga membantu dalam persiapan ibadah salat Id.
"Ini para pemuda katolik juga sudah mempersiapkan alas tadi dibagikan untuk umat musli dan sudah disiapkan tadi malam," lanjutnya lagi.
2. Gereja di Solo juga turut sediakan pelataran untuk Salat Id
Tak hanya Gereja Kayutangan, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan di Kratonan, Kota Solo juga menyediakan pelatarannya untuk umat Muslim beribadah salat Id.
Ketua takmir Masjid Al Hikmah Kota Surakarta yang berdampingan dengan gereja tersebut menilai bahwa momen itu memupuk kebersamaan di tengah perbedaan.
"Kami sudah terbiasa dalam perbedaan ini, saling menjaga diri dan menghormati. Intinya sudah sejak dari dahulu bahwa berbeda itu karena karunia Allah SWT. Jadi kami harus saling menjaga apa pun Negara Indonesia negara yang besar dari berbagai agama yang diakui oleh negara harus dijaga kerukunannya," ujar Muhammad Nasir selaku ketua Takmir.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa pihak masjid juga sebagai gantinya menjaga dan menghormati kekhidmatan ibadah Paskah dan Natal yang dirayakan oleh jemaat gereja tersebut.
Berita Terkait
-
Viral Jemaah Pria Wanita Salat Ied Tampak Bercampur hingga Ada yang Asyik Makan Jajan, Publik Geram: Dikira Tamasya?
-
Jalan Padang Panjang Macet Disertai Hujan, Netizen: Selamat Bermacet Ria
-
5 Kejadian Viral saat Salat Idul Fitri, Ketiduran hingga Salat di ATM
-
Nikmati Lebaran Idul Fitri, Jokowi Bermain Bareng Cucu di Istana Yogyakarta
-
5 Peristiwa Kebakaran Besar dari Bulan Puasa hingga Idul Fitri, Terbaru di Dermaga Cilacap
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
-
Janji Prabowo Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia Usai Temui Carmen H2H di Seoul
-
Misteri Absennya Tim Hukum Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Sengaja Diulur?
-
Dasco: Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun Ini Banyak Terobosan, Jemaah Nyaman
-
Seskab Teddy: Cuma 5 Km dari Kantor Saya Ternyata Banyak Anak-anak Tidak Pernah Sekolah
-
6 Minggu 'Menghilang', Kemana Mojtaba Khamenei?
-
Bidik Status Sister City, Jakarta Bakal Contek Kecanggihan Teknologi Shenzhen
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?
-
IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget