Suara.com - Selama libur lebaran, kemacetan memang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini disebabkan banyak orang yang mudik ke kampung halaman atau sekadar berlibur.
Namun demikian, nyatanya potret kemacetan bukan hanya terhadi di jalan raya.
Pemandangan antrean kendaraan yang padat merayap juga terlihat di gang-gang perkampungan warga.
Pada video yang diunggah oleh akun Instagram @kabarnegri, terlihat kendaraan yang mayoritas mobil terlihat memadari jalan kecil perkampungan.
"Situasi hari ini, jalan Kampung Baru, Parongpong, tembusan jalan ke Karyawangi dari jam 10 sudah padat," ungkap pria di balik video.
Mobil-mobil tersebut berjalan pelan mengantre di jalanan sempit yang hanya bisa dilewati satu kendaraan saja.
"Macet di jalan raya udah enggak musim bestie," tulis akun Instagram @kabarnegri.
"Pantauan hari ini kemacetan terjadi tidak hanya di jalan raya saja namun banyak pengendara mobil yang mengambil jalan tikus seperti di Jl. Gang kampung Baru jalan tembus ke karyawangi parongpong Bandung barat, Kamis (05/05/22)," imbuhnya.
Baca Juga: Viral Shalawat dan Ucapan Hari Raya Idul Fitri dari Angkatan Bersenjata Ukraina
Video kemacetan yang beredar di media sosial tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Yang rekam belum makan kayaknya nih, gemeteran," komentar warganet.
"Harusnya yang lewat bayar Rp 5000 buat perbaikan jalan kampung," imbuh warganet lain.
"Pasti atas petunjuk neng google nya," tulis warganet di kolom komentar.
"Lieur macet pisan, sampai jalan-jalan tikus penuh," timpal lainnya.
"Orang parkiran panen dong ya," balas warganet lain.
Saat berita ini dibuat, video tersebut telah disukai ratusan kali dan bisa ditonon di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!