"Saya dan wakil saya sekarang sangat sering mengisi kelas untuk membantu staf kami karena bebannya sudah terlalu berat," kata Rathborne.
Ketua Federasi Guru NSW, Angelo Gavrielatos, mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan perselisihan gaji ini.
"Kami sudah sangat bersabar, justru pemerintah yang harus bertindak segera," tegasnya.
Sebuah survei di kalangan serikat buruh yang melibatkan sekitar 10.000 responden menemukan tujuh dari 10 guru menganggap beban kerja mereka sudah terlalu berat untuk dilanjutkan.
Menteri Sarah Mitchell menolakpernyataan bahwa satu-satunya cara bagi para guru untuk mendapatkan kenaikan gaji adalah dengan mogok kerja.
"Kami menerapkan kenaikan gaji 2,5 persen dari tahun ke tahun untuk para guru," katanya.
"Kami memasukkannya pada bulan Januari tahun ini meskipun belum mendapatkan kesepakatan karena kami tahu itu hak guru berdasarkan kebijakan upah yang berlaku," jelasnya.
Menteri Sarah Mitchell mengatakan dana sebesar A$125 juta dialokasikan dalam APBN tahun lalu untuk menambah tenaga pengajar di NSW.
Meski para guru melangsungkan aksi unjuk rasa, sekolah-sekolah negeri di NSW tetap buka dengan pengawasan terbatas dan tanpa kegiatan belajar-mengajar di kelas.
Baca Juga: Ini 3 Cara Membuat Guru Menyenangi Siswanya, Anak perlu Tahu
Diproduksi oleh Farid Ibrahim untuk ABC Indonesia dari artikel ABC News.
Berita Terkait
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Heboh Usulan Purbaya Pungut Tarif di Selat Malaka, Malaysia Singgung 'Titipan' AS
-
Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina
-
PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'
-
Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina
-
Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo
-
Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?