Suara.com - Media sosial seolah tak kehabisan bahan berita. Baru-baru ini, ada seorang penumpang Toyota Alphard yang jadi sorotan warganet. Pria itu memaki-maki petugas polisi saat mengatur lalu lintas di Ciawi, Tasikmalaya.
Kejadian ini menjadi pembicaraan warganet setelah videonya tersebar di media sosial, salah satunya akun instagram @infobdgbaratcimahi. Mobil dengan plat nomor F 771 TOH itu termasuk dalam antrean kendaraan panjang di Ciawi.
Lelaki berbaju hitam tersebut membuka jendela dan mengeluarkan kata-kata umpatan ke petugas yang berjaga.
"Hei, hei, suruh ke sana, goblok kamu," teriaknya kepada polisi.
"Perintahnya begitu pak," jawab polisi yang diteriaki penumpang Alphard tersebut.
Reaksi sang penumpang tak berhenti di situ. Justru dia terus memaki-maki petugas yang sedang sibuk mengatur lalu lintas arus balik Lebaran 2022 yang melintasi wilayah Ciawi.
Akibat emosinya yang tak terkendali, sang penumpang mobil giliran mendapat "reaksi keras" dari warganet. Beragam umpatan mewarnai video saat pengumpang mobil Alphard itu memaki petugas polisi yang sedang bertugas.
Berikut ini deretan fakta yang terkumpul dari kejadian penumpang Alphard memaki polisi di Ciawi.
1. Pengalihan Arus
Baca Juga: Jalur Alternatif Hindari One Way Arus Balik Mudik Lebaran 2022, Bebas Macet!
Penumpang Alphard itu merasa kesal ketika ada sistem pengalihan arus yang terjadi di simpang Empat Panyusahan, Ciawi, Tasikmalaya. Kendaraan yang berada di jalur menuju Gentong dialihkan ke jalur Ciawi menuju Singaparna, Tasikmalaya.
Penumpang Alphard itu kesal lantaran ingin tetap pada jalurnya, karena melihat mobil lain diperbolehkan. Namun, petugas kepolisian tetap pada perintah untuk pengalihan arus agar perjalanan para pemudik berjalan lancar.
2. Identitas Penumpang Alphard
Identitas penumpang Alphard yang menjadi "buruan" warganet akhirnya tersebar. Beredar kabar bahwa pria tersebut bernama Periyanto.
Pria kelahiran 14 Desember 1975 tersebut merupakan seorang karyawan swasta yang tinggal di Kota Wisata West Covina, Gunung Putri, Bogor.
3. Pajak Mobil Alphard
Tag
Berita Terkait
-
Jalur Alternatif Hindari One Way Arus Balik Mudik Lebaran 2022, Bebas Macet!
-
Iseng Beli Barang Online Secara COD, Bocah ini Tolak Kiriman Kurir karena Tak Mampu Bayar
-
Ketegangan Terjadi di Penutupan Tol Grand Wisata Tambun Bekasi, Warga Protes kepada Petugas: Kamu Gak Sopan!
-
Bapak-Bapak Terciduk Santai Buang Sampah ke Sungai di Pagi Buta, Sikapnya Waktu Ditegur Jadi Sorotan
-
Kasian, Kuda Delman Kelelahan dan Terkapar di Pinggir Jalan, Warganet: Seperti Menangis
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu
-
KPI Dorong Perempuan Jadi Pengawas Kebijakan Publik, Bukan Sekadar Partisipan