Untuk mendapatkan gambaran utuh laporan ini secara interaktif klik di sini.
Mantan Menlu Tony de Brum pada tahun 2014: "Kita harus segera bertindak. Mungkin akan lebih banyak lagi masalah bila membiarkan kerusakan saat ini untuk ditagani di kemudian hari."
Shaun Williams dari National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA) pada tahun 2022: "Berdasarkan pemodelan kenaikan permukaan laut antara 0,1 hingga 2 meter, kebanyakan populasi di negara ini akan berada dalam zona daratan yang tenggelam dalam beberapa dekade lagi."
Tanya Watsivi McGarry, anak berusia 9 tahun, pada tahun 2021: “Ketika badai angin topan kami semua berlindung berdesakan di kamar mandi. Kami bisa mendengar suara kaca yang pecah, bikin saya takut. Saya tak mau hidup di dunia yang penuh bencana akibat perubahan iklim."
Ketua Kongres Louis Mapou pada tahun 2021: "Sejak dahulu kala, llingkungan hidup kita di Pasifik terkait dengan lautan, pulau-pulau, dan keanekaragaman hayati."
Shannon Sogavare, seorang remaja, pada tahun 2021: "Salah satu hal yang menyedihkan saya karena tidak akan pernah bisa melihat seluruh pulau tempat ayah saya (perdana menteri) dibesarkan. Bagian tengahnya sekarang sudah tertutup oleh laut, membelahnya jadi dua pulau terpisah."
Presiden David Panuelo pada tahun 2021: “Ketidakamanan akibat naiknya permukaan laut, badai angin yang lebih ganas, curah hujan yang sulit diprediksi menyebabkan migrasi penduduk besar-besaran, menyulitkan kita semua. Sekarang tingkat pendaftaran sekolah sangat rendah."
Fotografer Darren James pada tahun 2018: “Masyarakat Tuluun telah tinggal di pulau ini selama lebih dari 200 tahun. Perubahan iklim dan masalah lain telah memaksa penduduk mempertimbangkan relokasi dan banyak yang telah melakukannya."
Presiden Surangel Whipps Jr pada tahun 2022: “Kita tidak boleh lumpuh akibat beratnya masalah ini. Hal ini tidak dapat dihindari. Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi sebagai negara kepulauan.”
Baca Juga: Sinopsis Film Kartu Pos Wini, Kisah Staf Kantor Pos dan Penderita Kanker
Untuk mendapatkan gambaran utuh laporan ini secara interaktif klik di sini.
Berbeda dengan benua-benua raksasa tetangganya, negara-negara Kepulauan Pasifik terisolasi dan dikelilingi lautan luas, tanpa keamanan geografis, lingkungan, atau finansial yang disediakan oleh daratan yang luas dan kaya.
Banyak pihak khawatir hanya satu letusan gunung berapi, satu badai angin topan, atau kenaikan kecil permukaan laut akan menjadikan kawasan ini tidak dapat dihuni lagi.
Akibatnya bukan cuma kehilangan kedaulatan negara dan terjadi krisis pengungsi, namun juga kehilangan kawasan penting dan paling beragam di dunia - dengan ratusan bahasa dan budaya serta flora dan fauna asli.
Bagi negara-negara Kepulauan Pasifik, perubahan iklim bukan lagi suatu isu masa depan yang masih bisa diperdebatkan, melainkan kenyataan saat ini yang ujungnya hanya satu pertanyaan mendasar:
"Dapatkah kita bersandar pada pandangan bahwa perubahan iklim bukanlah ancaman eksistensial yang mendesak, dan ternyata kita salah?"
Di garda terdepan ini, jawabannya tegas: Tidak.
Kredit
- Riset, Laporan & Produksi: Steven Viney & Edwina Seselja
- Grafik, Layout & Desain: Jarrod Fankhauser
- Fotografi: Darren James (PNG), AM Kanngieser (Nauru), Brant Cumming (Fiji), Maxar Technologies (Tonga), the University of Queensland (Solomon Islands), AFP, Reuters, and NASA
- Riset, Laporan & Suntingan Tambahan: Tahlea Aualiitia, Jordan Fennell, Stephen Dziedzic, Prianka Srinivasan & Evan Wasuka
- Fakta & Informasi Tambahan: International Panel for Climate Change (IPCC), Pacific Islands Forum (PIF), United Nations, National Institute of Water and Atmospheric Research (NIWA), Fiji Meteorological Service (FMS), Refugees International, the Secretariat of the Pacific Regional Environment Program (SPREP), the National Aeronautics and Space Administration (NASA), dan the Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI).
- Penerjemah: Caroline Tiriman (Tok Pisin), Kai Feng (Chinese), and Farid Ibrahim (Indonesian)
- Pemimpin Proyek & Penyunting: Steven Viney
*Catatan Editor: Informasi yang dikumpulkan untuk artikel ini mencakup laporan ABC selama 20 tahun tentang perubahan iklim di Pasifik yang diperbandingkan dengan penelitian dan pernyataan terbaru dari lembaga penelitian terkemuka. Beberapa wawancara memerlukan bantuan penerjemah dan juru bahasa, dan telah diedit dan dirangkum untuk memberi kejelasan dan konteks.
Berita Terkait
-
Arti Nama Putra Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Sarat Makna Indah dan Doa
-
Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!
-
Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus
-
Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK
-
Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap
-
CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026
-
Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG
-
Staf Diduga Bocorkan Informasi Perkara, KPK Gandeng Polri untuk Penanganan
-
Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet
-
Sering Jadi Lapangan Bola, KAI Tegaskan Lahan di Sisi Rel Bukan Ruang Publik
-
Timnas Indonesia Gilas Timor Leste: Aksi Mitchell 'Haaland' Baker Tutup Pesta Gol Garuda
-
Film Sihir Tanah Kubur Berhasil Mengubah Mitos Lokal Jadi Teror Mengerikan
-
Kasus DBD pada Anak Masih Tinggi, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Pencegahan
-
Mal Ramai Pasang Pagar Tinggi, Polda Metro Jaya Ungkap Situasi Jelang Agustus