- Pemkot Tangerang menetapkan status siaga akibat potensi hujan lebat berdasarkan peringatan dini dari BMKG.
- Status siaga ditetapkan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi tren peningkatan debit air sungai di kota tersebut.
- Banjir merendam sembilan kecamatan dengan ketinggian mencapai 1,5 meter, warga dievakuasi ke posko pengungsian.
Suara.com - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menetapkan status siaga menyusul potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan masih terjadi hingga esok pagi. Penetapan status ini dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, berdasarkan pemantauan tinggi muka air (TMA) melalui kamera pengawas di sejumlah sungai, debit air masih menunjukkan tren peningkatan.
Selain itu, hasil pengamatan di lapangan juga menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di wilayah Kota Tangerang pada pagi hingga siang hari.
"Maka itu kita tetapkan status siaga untuk menjadi kewaspadaan bersama serta kesiapan dalam menghadapi potensi hujan lebat yang masih bisa terjadi," ujar Mahdiar.
Banjir saat ini tercatat telah merendam sedikitnya sembilan kecamatan di Kota Tangerang dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di titik terparah.
Sejumlah warga terdampak telah dievakuasi ke beberapa lokasi pengungsian, di antaranya Rumah Potong Hewan (RPH) dan Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada.
"Kita terus lakukan evakuasi warga terdampak ke posko pengungsian untuk keselamatan. Sedangkan petugas dari Dinas PUPR terus bekerja melakukan penanganan," ujarnya.
Sementara itu, warga Perumahan Taman Cibodas, Anggun, mengatakan sebagian besar permukiman di wilayahnya terendam banjir akibat meluapnya Kali Sabi.
Ia menyebutkan genangan air telah menutup akses jalan utama sehingga kendaraan tidak lagi bisa melintas di sekitar kawasan perumahan.
Baca Juga: Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
"Ketinggian air sejak sahur sampai sekarang masih tinggi. Sekarang kondisinya masih gerimis dan warga terus bersiaga," kata Anggun.
Berita Terkait
-
Banjir Jakarta Meluas Rendam 147 RT dan 19 Jalan, Puluhan Warga Pejaten Barat Mulai Mengungsi
-
Jakarta Siaga Banjir Kiriman, 1.200 Pompa Disiapkan Hadapi Air dari Bogor-Tangerang
-
Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat Pertigapuluhan
-
Banjir Jakarta Meluas: Cek Daftar 17 Rute Transjakarta yang Dialihkan dan Berhenti Operasi Hari Ini
-
Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Lenteng Agung
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah