- BGN mengancam menindak tegas SPPG yang tidak mengurus SLHS dalam 30 hari operasional dengan sanksi *suspend*.
- Pemeriksaan BGN menemukan fasilitas tidak layak seperti sirkulasi udara buruk, serta mewajibkan transparansi menu dan harga.
- Bimtek serentak diadakan pada 7-8 Maret 2026 di delapan wilayah sebagai syarat perolehan SLHS.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam menjamin keamanan pangan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), termasuk sanksi tegas bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak menaati aturan.
Hal ini terkait dengan kewajiban SPPG untuk mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) paling lambat 30 hari sejak mulai beroperasi. Jika tidak, SPPG bakal menghadapi sanksi penghentian operasional (suspend).
"Apabila dalam 30 hari daftar saja belum, maka BGN akan suspend atau hentikan operasional SPPG tersebut," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan dan Percepatan SLHS di Eastparc Hotel, Yogyakarta, dalam keterangan yang diterima, Minggu (8/3/2026).
Hingga saat ini, BGN mencatat telah melakukan pemeriksaan terhadap 25.061 SPPG di seluruh Indonesia. Hasil inspeksi lapangan oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan menemukan sejumlah titik layanan yang tidak memenuhi standar.
Sony mengungkapkan, sanksi berupa Surat Peringatan (SP) hingga penutupan paksa sudah mulai diterapkan.
Ia mencontohkan adanya temuan fasilitas dengan sirkulasi udara buruk, suhu ruang produksi yang tidak sesuai, hingga pengelolaan limbah (IPAL) yang hanya mengandalkan septic tank.
"Contoh pada waktu saya langsung datang ke satu tempat di satu Provinsi, melihat sarana prasarana ini benar-benar memang tidak layak dan langsung saat itu juga dihentikan," tegasnya.
Selain aspek higiene, BGN juga menyoroti transparansi informasi kepada publik.
SPPG diwajibkan memiliki akun media sosial yang berfungsi untuk mempublikasikan detail menu harian, kandungan gizi makanan, hingga rincian harga per komponen.
Baca Juga: BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
"Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah itu harus ada harganya," ucapnya.
Masyarakat diminta aktif mengawasi kesesuaian fakta di lapangan dengan laporan yang diunggah. Jika ditemukan ketidaksesuaian harga atau kualitas, warga dapat melapor melalui media sosial SPPG terkait atau Hotline 127.
Bimtek Serentak di 8 Wilayah
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG), yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember.
Kegiatan pelatihan yang dilakukan serentak pada 7–8 Maret 2026 itu diikuti 500 peserta setiap harinya yang terdiri dari kepala SPPG, juru masak, pengawas gizi, dan asisten lapangan.
Fokus utama pelatihan mencakup enam prinsip higiene sanitasi pangan, kesehatan perorangan, serta standar baku mutu sarana bangunan dan peralatan.
"Pelatihan penjamah makanan ini, salah satu persyaratan untuk mendapatkan SLHS," ujarnya.
Berita Terkait
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
MBG-nya Masjid Nurul Ashri Yogyakarta Ajak Jamaah Jelajah Rasa Keliling Indonesia
-
Purbaya Buka Opsi Potong Anggaran MBG demi Cegah Kenaikan Harga BBM
-
Program MBG Diklaim Ringankan Dompet Warga
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Nanik Bantah Isu Bakal Diperiksa KPK dan Kejagung, Ungkap Bukti Dirawat karena Penyumbatan Jantung
-
Sakit Ibu
-
Gelaran BRImo dan Great World Circus On Ice 2 di Makassar: Akrobatik Kelas Dunia Tampil Spektakuler
-
Prediksi: Satu Pemain Keturunan Dicoret John Herdman dari Skuad Piala AFF 2026
-
Brantas Abipraya Perkuat Transportasi Publik lewat Mastran BRT Bandung
-
Indonesia Beli Susu Belarus Rp 1,3 Triliun untuk MBG, 20 Ribu Ton Susu Bubuk akan Dikirim
-
Media Vietnam Nyinyir Jelang Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Penuh Naturalisasi
-
Apakah Pajak Mobil Listrik Masih Murah? Ini 5 Rekomendasinya
-
Dasco Pimpin Rapat Besar Bareng Menteri, Matangkan Perpres Perlindungan Ojol
-
5 Fakta Viral Bocah Palembang Mengaku Dipukul Oknum Polisi saat Main Layang