Bola / Bola Indonesia
Minggu, 08 Maret 2026 | 14:09 WIB
Wartawan Halmahera Post, Firjal Usdek saat dikerumuni petugas saat menjalankan tugas peliputan di laga BRI Super League antara Malut United FC melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, 8/3/2026). [Antara/HO- Dokumentasi Pribadi/Abdul Fatah]
Baca 10 detik
  • PWI Ternate mengecam dugaan intimidasi terhadap jurnalis yang meliput laga Malut United kontra PSM Makassar pada Sabtu (7/3).
  • Intimidasi mencakup paksaan menghapus foto/video dan pengusiran wartawan bersertifikat dari tribun stadion setempat.
  • Tindakan menghambat liputan jurnalistik melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers.

Suara.com - Laga panas antara Malut United vs PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3/2026) berujung kericuhan.

Kericuhan terjadi usai laga saat perangkat pertandingan hendak menuju ke ruangan stadion setelah menjalankan tugas.

Namun suasana panas terjadi di tribun utama hingga wasit Thoriq Munir Alkatiri terkena pukulan. Video kericuhan itupun viral di media sosial.

Tak hanya wasit, jurnalis yang meliput pertandingan tersebut juga diduga mendapatkan intimidasi.

Melansir ANTARA, salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan, mengaku dipaksa oleh seorang oknum yang diduga merupakan ofisial tim Malut United untuk menghapus dokumentasi video yang merekam perjalanan perangkat pertandingan usai laga Malut United melawan PSM Makassar.

Tidak hanya meminta penghapusan video, oknum tersebut juga diduga meminta steward stadion untuk mengusir sejumlah wartawan yang berada di tribun, meskipun mereka telah menggunakan ID Card resmi dari Super League.

"Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu," teriak oknum tersebut sambil memprovokasi sejumlah suporter di sekitar lokasi.

Dalam peristiwa itu, pemilik utama Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi juga sempat menegur wartawan yang melakukan peliputan.

Sementara, pimpinan media Halmahera Post, Firjal Usdek, yang turut memprotes tindakan intimidasi tersebut mengaku juga dikeluarkan dari tribun oleh sejumlah steward atas perintah ofisial tim.

Baca Juga: Sergio Castel Alami Benturan di Rusuk, Absen Lawan Persik? Bojan Hodak Buka Suara

Menurut Firjal, keberadaan para jurnalis di tribun stadion saat pertandingan berlangsung masih sesuai dengan aturan karena mereka menggunakan ID Card resmi peliputan.

"Kami di tribun menggunakan ID Card yang lengkap, kami juga tidak keluar batas," ujarnya.

Firjal menilai tindakan ofisial Malut United yang meminta wartawan menghapus rekaman video sangat bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

"Kami sangat kecewa atas tindakan yang kami terima malam hari ini,” katanya.

PWI Mengecam


PWI Kota Ternate mengecam dugaan tindakan intimidasi terhadap sejumlah jurnalis.

Load More