Suara.com - Publik digemparkan dengan curhatan perempuan yang mengaku beli es teh seharga Rp 150 ribu per gelas.
Video yang pertama kali diunggah di Tiktok itu menampilkan perempuan yang menunjukkan struk pembelian makanan di sebuah restoran.
Pada struk tersebut, terlihat berbagai deretan belanjaan yang harganya di luar harga umum.
Pada urutan pertama ia memesan satu kaleng soda diet (diet coke) dengan harga Rp 75 ribu.
Kemudian hidangan bernama Fruti di Mare yang dihargai Rp 130 ribu.
Pada urutan terakhir ada satu piring spaghetti seharga Rp 120 ribu.
Hal yang mengundang perhatian adalah ketika perempuan itu menunjukkan pesanan tiga gelas es teh dengan total Rp 450 ribu. Dengan begitu harga setiap gelas adalah Rp 150 ribu.
"Es teh paling mahal yang pernah kakak beli, berapa harganya kak?" tulis akun Instagram @rina.senjaa1 yang mengunggah kembali video Tiktok tersebut.
Harga es teh reguler dengan harga fantastis tersebut sontak mengundang banyak respons dari warganet.
Baca Juga: Viral Gaji Guru Honorer Dibayar 4 Ribu Per Jam, Sebulan Tak Sampai 200 Ribu!
"Es batunya langsung di ambil dari Kutub Selatan. Airnya dari laut mati, tehnya nyolong dari kebun yang memiliki sistem keamanan nomor satu di dunia," komentar warganet.
"Itukan tulisannya iced tea, jadi mahal. Soalnya es batunya di ambil langsung di Antartika," imbuh warganet.
"Uang 150 ribu dibeliin teh sisri bisa dibikin kolam renang," tulis warganet di kolom komentar.
"Esnya ambil dari puncak Everest itu, makanya mahal," tambah warganet.
"Itu gulanya dari Africa. Tehnya dari New Zealand. Gelasnya dari Argentina. Sedotannya dari Paris. Es batunya dari Depok," timpal lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam