Suara.com - Gen Halilintar belakangan menjadi sorotan warganet khususnya di Twitter dan Tik Tok. Lantaran Ayah Atta Halilintar, Halilintar Anofial Asmid diduga bergabung sebagai pengikut dari aliran sesat, Darul Arqam. Lantas Darul Arqam adalah aliran apa? Simak pengertian, fakta dianggap sesat di Malaysia serta fatwa MUI mengenai Darul Arqam.
Isu bergabungnya keluarga Halilintar ini muncul karena seluruh anggota keluarga kecuali Atta dan Thariq sudah lama tidak pulang ke Tanah Air. Bahkan tidak ada satu pun orang tua Atta atau adik-adiknya yang menghadiri momen bahagia anaknya baik itu lamaran, hari pernikahan hingga kelahiran cucu pertamanya. Lantas, Darul Arqam adalah aliran apa?
Hal ini semakin memperkuat adanya dugaan bergabungnya keluarga Halilintar dengan sekte terlarang tersebut. Hingga muncul berita di media sosial bahwa Anofial menjabat sebagai ketua organisasi yang berasal dari Malaysia itu. Lalu Darul Arqam adalah aliran apa? Simak fakta oragasasi yang dianggap sesat di Malaysia ini serta fatwa MUI terkait Darul Arqam berikut ini.
Darul Arqam adalah sebuah organisasi keagamaan Islam yang berbasis di Malaysia dan dipimpin oleh Syekh Ashaari atau dipanggil dengan Abuya. Halilintar diketahui pernah menjadi salah satu anggota pengikutnya.
Pada tahun 1994, pemerintah Malaysia menetapkan Darul Arqam sebagai sekte terlarang di negaranya. Ayah Atta dikabarkan bergabung dengan organisasi tersebut pada tahun 1989 dan menjabat sebagai pemimpin Darul Arqam kawasan Jakarta dan juga Bogor.
Bagi sebagain orang sudah tidak asing dengan organisasi Darul Arqam yang berpusat di Malaysia ini. Organisasi ini sudah didirikan sejak tahun 1968 lalu. Abuya berhasil menjaring lebih dari 100 ribu orang untuk bergabung dan tersebar dikawasan ASEAN, termasuk di Indonesia.
Sumber pokok dari pergerakan organisasi Islam ini yakni semangat jihad atau pengorbanan jiwa dan harta dari anggota atau pengikutnya. Maksudnya, mereka yang memiliki sumber penghasilan tetap harus dipotong gaji hingga 10 persen atau lebih setiap bulannya.
Dalam perjalanan ajaran Darul Arqam dianggap menyimpang sebab Abuya mengaku bahwa dirinya sebagai Bani Mahdi atau pendamping Imam Mahdi. Bahkan diebeberapa sumber mengatakan bahwa ia pernah berdialog dengan Nabi.
Baca Juga: Fatwa MUI soal Darul Arqam, Aliran yang Diduga Diikuti Ayah Atta Halilintar
Atta Halilintar Angakat Bicara
Atas beredarnya isu tersebut, Atta Halilintar pun angkat biacara. Ia menegaskan bahwa sejak kecil dirinya mendapat ajaran yang baik dari kedua orang tuanya. Keluarga Halilintar juga terbilang ketat dalam hal ajaran agama terhadap anak-anaknya.
"Saya kalau itu nggak tahu. Dari dulu saya diajarinnya hal-hal baik. Diajarin tentang mengasihi orang, mengasihi keluarga, baik pada sesama, terus budi pekerti. Etika-etika baik dalam hidup," ungkap Atta Halilintar.
Fatwa MUI Soal Darul Arqam
Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengeluarkan fakta bahwa Darul Arqam merupakan organisasi terlarang. MUI menulis Darul Arqam dalam ajarannya menyatakan bahwa, Aurad Muhammadiyah Darul Arqam dapat diterima secara langsung oleh Syekh Suhaemi, tokoh Darul Arqam, dari Nabi Muhammad SAW di Ka’bah dalam keadaan jaga.
Sementara dilihat dari sisi hukum agama Islam (Fiqh) hal tersebut tidak dapat dibenarkan. Sebab dalam fatwanya, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa semua ajaran agama Islam yang harus disampaikan telah selesai dan tak satupun yang tertinggal. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ma’idah ayat 3.
Tag
Berita Terkait
-
Fatwa MUI soal Darul Arqam, Aliran yang Diduga Diikuti Ayah Atta Halilintar
-
Ayah Atta Halilintar Diduga Ikut Aliran Sesat Darul Arqam, Keluarga Beri Klarifikasi
-
Kronologi Ayah Atta Halilintar Disebut Ikut Aliran Sesat
-
Reaksi Atta Halilintar Usai sang Ayah Disebut Ikut Aliran Sesat Darul Arqam
-
Gen Halilintar Tak Kunjung Pulang ke Indonesia, Kakek Atta Curhat 6 Tahun Tak Ketemu Anak
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL