Suara.com - Sebuah tembok runtuh di sebuah pabrik pengemasan garam di India barat, Rabu (18/5), menewaskan sedikitnya 12 pekerja dan melukai 13 lainnya, kata seorang pejabat pemerintah.
Para pekerja, yang bertugas memasukan garam ke kantung, ditemukan terkubur dalam tumpukan puing di pabrik di distrik Morbi, kata J.B. Patel, pejabat di distrik itu. Morbi terletak 215kilometer dari barat Gandhinagar, ibu kota negara bagian Gujarat.
Tiga belas pekerja yang terluka, sebagian besar mengalami patah tulang, dan tidak menderita cedera yang mengancam jiwa, kata Patel.
Ia juga mengatakan bahwa usaha penyelamatan hampir selesai. Rincian lainnya belum tersedia.
Tim penyelamat mengangkut korban tewas, umumnya pekerja konstruksi, di Uttarakhand, India, Selasa (9/2).
Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab runtuhnya tembok tersebut.
Perdana Menteri Narendra Modi menggambarkan kematian itu sebagai hal yang menyayat hati. “Pikiran saya tercurah kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga yang terluka segera pulih,” katanya.
Ambruknya bangunan sering terjadi di India karena banyak gedung atau rumah dibangun dengan standar keamanan yang rendah. Sebuah gedung runtuh pada tahun 2013 menewaskan sedikitnya 72 orang di Mumbai, ibukota keuangan dan hiburan India. (Sumber: VOA)
Baca Juga: Viral Cewek Jember Dilamar Pangeran dari India, Warganet Justru Tak Percaya
Berita Terkait
-
Viral Cewek Jember Dilamar Pangeran dari India, Warganet Justru Tak Percaya
-
Hits Kesehatan: Angka Kematian Akibat Polusi Udara di India Tinggi, PDSI Sebut IDI Bukan Organisasi Profesi Tapi Ormas
-
Segera Rilis! Para Aktor Populer Menari di Lagu Utama Film Jug Jug Jeeyo
-
Segera Ditayangkan! Berikut Pratinjau Box Office Tentang Film Bhool Bhulaiyaa 2
-
Dilecehkan Usai Suami Meninggal, Wanita Ini Pura-pura Jadi Lelaki Selama 39 Tahun Demi Hidupi Putri Semata Wayang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus