Suara.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mungkin akan mendapat sambutan hangat dari pemimpin Korea Selatan pada perjalanan pertamanya ke Asia, tapi boleh jadi akan menghadapi sambutan kurang ramah dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Biden akan mendarat di Korea Selatan pada Jumat malam. Dia bertemu dengan Presiden Yoon Suk-yeol, pendatang baru dalam politik, untuk pertama kalinya secara langsung.
Keduanya akan mengunjungi pabrik Samsung Electronics bersama-sama pada Jumat menjelang acara sehari penuh pada Sabtu .
"Saya pikir (kunjungan Biden) akan menjadi kesempatan bagi aliansi Korea-AS untuk menjadi lebih kuat dan lebih inklusif karena ada banyak perubahan yang terjadi di komunitas internasional," kata Yoon kepada wartawan di luar kantornya, Jumat.
Biden dan Yoon kemungkinan dengan cepat beralih dari agenda formal ke agenda terpenting, yaitu menangani masalah berat terkait Korea Utara.
Pemimpin Korut Kim Jong Un mengabaikan pembekuan pengujian rudal balistik antarbenua dan tampak siap melanjutkan pengujian bom nuklir, mungkin saat Biden berada di wilayah tersebut.
Kerja sama AS dengan Korea Selatan dan Jepang "hanya akan menguat dalam menghadapi provokasi lebih lanjut" oleh Korea Utara, kata penasihat keamanan nasional Biden Jake Sullivan kepada wartawan dalam perjalanan ke Korea Selatan ketika ditanya tentang kemungkinan uji coba senjata.
"Kami siap untuk kemungkinan itu," kata Sullivan.
Amerika Serikat telah memberi tahu sekutu dan China bahwa provokasi semacam itu selama kunjungan AS akan "menyebabkan penyesuaian pada cara penempatan militer kami di kawasan itu," katanya.
Baca Juga: Keamanan Asia Jadi Fokus Kunjungan Biden di Korea Selatan dan Jepang
Yoon telah mengisyaratkan bahwa dia akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Korea Utara daripada pendahulunya dan diperkirakan meminta bantuan Biden.
Yoon telah memperingatkan serangan pendahuluan jika ada tanda-tanda serangan akan segera terjadi. Ia berjanji untuk memperkuat kemampuan persenjataan Korea Selatan.
Korea Utara telah mengungkapkan wabah COVID-19 dalam seminggu terakhir, tapi mengabaikan seruan untuk kembali berdiplomasi.
Washington mengatakan terbuka untuk pembicaraan langsung kapan saja dengan Kim, tapi belum secara terbuka menawarkan ide-ide baru tentang bagaimana membujuk pemimpin negara itu kembali berunding.
Biden memutuskan tidak berkunjung ke zona demiliterisasi yang dijaga ketat yang memisahkan Korea Selatan dari Korea Utara.
Melawan kehadiran China di kawasan itu adalah tema utama Biden dalam kunjungan tersebut, tapi Korea Selatan kemungkinan akan memperingatkan sikap kehati-hatian mengenai topik tersebut mengingat Beijing adalah mitra dagang utama Seoul.
Berita Terkait
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026: Pelatih Korsel Bongkar Rahasia Menang Comeback Atas Ceko
-
Profil Hwang In-beom, Pahlawan Kemenangan Korea Selatan Atas Ceko di Piala Dunia 2026
-
Insiden Jersey Pavel Sulc Robek saat Tumbang dari Korea Selatan
-
Karina dan Winter Aespa Saksikan Langsung Perjuangan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan
-
Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri
-
Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS
-
Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Belum Diputus, Kejagung Masih Lakukan Kajian
-
Kejagung Belum Berencana Geledah Rumah Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
-
Buntut Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Gandeng BPKP Audit Pengadaan di BGN
-
Hadiri Pujabakti Waisak Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
-
Resmi! Timnas Iran Injak Kaki di Los Angeles, Tembus Visa AS Siap Hadapi Selandia Baru
-
Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang
-
Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman