Suara.com - Sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada kini tengah menginvestigasi beberapa kasus yang diduga dan dikonfirmasi sebagai cacar monyet di wilayah mereka. Informasi ini dihimpun dari keterangan otoritas kesehatan dan laporan media lokal.
Kasus terbaru penyakit ini dilaporkan muncul di Prancis, Italia, dan Swedia. Sebelumnya kasus serupa dikonfirmasi terjadi di AS, Spanyol, dan Portugal, Rabu (18/05). Kanada juga tengah menyelidiki 13 kasus yang cacar monyet.
Cacar monyet (monkeypox) biasanya paling sering terjadi di daerah terpencil di Afrika bagian tengah dan barat. Kasus-kasus penyakit ini di negara lain sering dikaitkan dengan perjalanan pasien ke wilayah Afrika.
Cacar monyet adalah infeksi virus langka yang biasanya memiliki gejala ringan. Kebanyakan orang yang terinfeksi umumnya sembuh dalam beberapa minggu, menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris.
Virus ini pun tidak menyebar dengan mudah antarmanusia. Risikonya terhadap masyarakat luas dikatakan sangat rendah.
Kasus pertama dan penyebarannya
Kasus pertama cacar monyet di negara Barat baru-baru ini dilaporkan 7 Mei lalu di Inggris. Pasien yang terinfeksi itu baru saja melakukan perjalanan ke Nigeria. Dia kemungkinan besar telah tertular virus itu sebelum tiba di Inggris, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).
Sekarang terdapat sembilan kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di Inggris. Sumber dari infeksi itu belum dapat dikonfirmasi, walau menurut WHO berbagai kasus itu tampaknya "muncul karena infeksi lokal.Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.
Di Eropa, satu kasus LAIN yang terkonfirmasi cacar monyet dilaporkan di Swedia, Kamis kemarin. Italia dan Prancis juga tengah menyelidiki kasus serupa.
Baca Juga: Muncul 11 Kasus Baru Cacar Monyet di Inggris
Pihak berwenang Swedia mengatakan, mereka tidak yakin bagaimana pasien itu dapat terinfeksi virus cacar monyet.
- Cacar monyet muncul lagi setelah 18 tahun, ratusan orang dilacak di AS
- Cacar, satu-satunya penyakit yang berhasil diberantas dalam sejarah manusia, apa yang bisa dipelajari dalam hadapi wabah Covid-19
- Dari penyakit cacar hingga Covid-19, sejarah kewajiban vaksin dan penolakan terhadapnya: 'Bukan sesuatu yang baru'
Meski begitu media lokal di Swedia melaporkan bahwa individu yang terinfeksi di Italia, baru saja kembali dari Kepulauan Canary, sebelah barat laut pesisir Afrika.
Lima kasus terkonfirmasi cacar monyet juga dilaporkan di Portugal dan juga tujuh kasus lain di Spanyol.
Meskipun tidak ada vaksin yang telah disetujui untuk cacar monyet di Eropa, otoritas kesehatan Spanyol telah membeli ribuan vaksin cacar untuk mengantisipasi jika wabah terjadi, menurut surat kabar Spanyol, El Pas.
Virus cacar monyet adalah anggota keluarga virus yang sama dengan penyakit cacar atau smallpox (disebabkan virus Varicella).
Di Amerika Serikat bagian utara, otoritas kesehatan negara bagian Massachusetts juga mengkonfirmasi bahwa seorang laki-laki telah terinfeksi cacar monyet.
Laki-laki tersebut, baru-baru ini, melakukan perjalanan ke Kanada, di mana media lokal melaporkan terdapat 13 kasus dugaan virus ini yang sedang diselidiki.
Menurut petugas medis di AS, laki-laki itu telah dirawat di rumah sakit, dan sekarang dalam "kondisi baik" serta "tidak menimbulkan resiko bagi publik".
Apa itu cacar monyet?
Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae, berdasarkan keterangan WHO.
Cacar monyet adalah penyakit zoonosis (dapat ditularkan hewan ke manusia) yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika tengah dan wilayah barat, serta kadang-kadang dibawa ke daerah lain.
Ada dua jenis virus utama, yang berasal dari Afrika barat dan Afrika tengah.
Dua kasus pasien yang terinfeksi di Inggris sebelumnya melakukan perjalanan dari Nigeria. Jadi, kemungkinan mereka terinfeksi jenis virus Afrika Barat, yang umumnya ringan, walaupun ini belum terkonfirmasi.
Kemudian, kasus ketiga terjadi pada petugas kesehatan yang tertular virus dari salah satu pasien.
Empat kasus terbaru - tiga di London dan satu di timur laut Inggris - tidak memiliki kaitan satu sama yang lain ataupun riwayat perjalanan apapun. Tampaknya, mereka terinfeksi saat berada di Inggris.
UKHSA mengatakan, siapa pun yang khawatir bahwa mereka pernah berinteraksi atau memiliki gejala, harus segera menemui petugas kesehatan.
Apa gejala cacar monyet?
Gejala awal jika terinfeksi cacar monyet adalah demam, sakit kepala, pembengkakan anggota tubuh, sakit punggung, nyeri otot, dan kelesuan.
Setelah demam mencapai puncak dan mereda, ruam atau bintil merah pada kulit muncul dan berkembang.
Seringkali, ruam dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.
Ruam, yang bisa terasa sangat gatal, kemudian mengering dan membentuk keropeng, yang kemudian terkelupas. Setelah itu, di tempat bekas ruam muncul bekas luka.
Infeksi biasanya hilang dengan sendirinya dan berlangsung antara 14 dan 21 hari.
Bagaimana penularan virus ini?
Cacar monyet dapat menular ke pihak lain ketika seseorang melakukan kontak fisik yang dekat dengan orang yang terinfeksi.
Virus masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan atau melalui mata, hidung hingga mulut.
Penyakit ini tidak digambarkan sebagai infeksi yang dapat menular secara seksual, tetapi dapat ditularkan melalui kontak langsung saat berhubungan seks.
Cacar monyet juga dapat menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti monyet, tikus dan tupai, atau melalui benda yang terkontaminasi virus, seperti tempat tidur dan pakaian.
Seberapa berbahaya?
Sebagian besar kasus cacar monyet masuk dalam kategori ringan, terkadang menyerupai cacar air, dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Namun, cacar monyet terkadang bisa lebih parah, dan telah dilaporkan menyebabkan kematian di Afrika barat.
Seberapa umum wabah?
Virus ini pertama kali diidentifikasi pada monyet yang hidup penangkaran. Sejak tahun 1970 telah terjadi wabah sporadis yang dilaporkan terjadi di 10 negara Afrika.
Pada tahun 2003, penyakit ini menginfeksi pasien di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya terlihat di luar Afrika.
Para pasien di AS tertular penyakit ini dari kontak dekat dengan anjing padang rumput yang telah terinfeksi oleh berbagai mamalia kecil yang diimpor ke negara itu.
Sebanyak 81 kasus dilaporkan, tetapi tidak ada yang mengakibatkan kematian.
- Apakah pada akhirnya kita harus hidup dengan tetap adanya Covid-19?
- Bagaimana vaksin pertama diciptakan?
- Siapakah peternak sapi Benjamin Jesty, sang pahlawan vaksinasi tanpa tanda jasa?
- Virus-virus mematikan yang muncul lalu menghilang tanpa jejak
Pada tahun 2017, Nigeria mengalami wabah terbesar yang terdokumentasi, sekitar 40 tahun setelah negara itu memiliki kasus cacar monyet terakhir yang dikonfirmasi. Saat itu terdapat 172 kasus suspek cacar monyet dan 75% korban adalah laki-laki berusia antara 21 dan 40 tahun.
Apakah ada obatnya?
Tidak ada pengobatan untuk cacar monyet, tetapi wabah ini dapat dikendalikan dengan pencegahan infeksi.
Vaksinasi terhadap cacar telah terbukti 85% efektif dalam mencegah cacar monyet, dan kadang-kadang masih digunakan hingga sekarang .
Haruskah masyarakat khawatir?
Para ahli kesehatan mengatakan, masyarakat tidak berada di ambang wabah nasional dan, menurut Kesehatan Masyarakat Inggris, risiko terhadap publik masuk dalam kategori rendah.
"Fakta bahwa hanya satu dari 50 kontak dengan pasien awal yang terinfeksi, menunjukkan betapa kurang baiknya infeksi virus ini," kata Jonathan Ball, profesor virologi molekuler di Universitas Nottingham.
"Jadi, salah untuk berpikir bahwa kita berada di ambang wabah nasional," tuturnya.
Adapun Nick Phin, Wakil Direktur dari Layanan Infeksi Nasional di Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE), mengatakan, "Penting untuk menekankan bahwa cacar monyet tidak menyebar dengan mudah di antara orang-orang dan risiko keseluruhan untuk masyarakat umum sangat rendah."
"PHE kini tengah menindaklanjuti kasus yang muncul di Inggris, terhadap mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien, untuk memberikan saran dan memantau mereka jika diperlukan," tuturnya.
Sumber: PHE Englanddan World Health Organization.
Berita Terkait
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Dosen UBBG dan Sanggar Aceh Art Dance Community Perkuat Pelestarian Tari Tradisi Aceh
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!
-
Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti
-
Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu
-
Kebiasaan Ngemil Keluarga Indonesia Berubah, Kini Buah Hadir dalam Bentuk Camilan Praktis
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
-
Target PLTS 100 GW Prabowo, IESR Ingatkan Kesiapan Eksekusi di Lapangan
-
Kondisi Air Laut Aman, BMKG Ingatkan Warga NTT Hindari Bangunan Retak Usai Gempa
-
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda untuk Pemain Timnas Indonesia, Skuad Garuda Bisa Terdampak
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen yang Multifungsi untuk Kulit Wajah sesuai Review
-
5 HP POCO untuk Gaming Kasual hingga Kelas Berat, Terbaik Mulai Rp2 Jutaan
-
Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik