Suara.com - Sebuah akun menfess Twitter @worksfess bagikan curhatan seorang anonim yang memiliki pacar seorang pengangguran.
Curhatan tersebut diunggah seorang anonim tersebut pada Minggu (22/05/22) kemarin. Ia mengunggah sebuah foto berisi chat antara dirinya dan sang pacar.
Dalam twit yang dikirimnya, anonim ini kemudian bertanya pendapat dari netizen di Twitter, apakah dirinya salah jika mengirimkan pesan seperti yang terlihat di gambar yang ia cantumkan.
"Work! Aku salah ya emng? Cowoku udh gak kerja alias nganggur 3 thn," tulisnya di awal twit.
Anonim yang merupakan seorang perempuan ini kemudian menjelaskan bahwa dirinya kecewa dengan tingkah sang pacar.
Ia merasa bahwa sang pacar tak memiliki usaha sama sekali ketika mendapat panggilan wawancara dari sebuah perusahaan.
"Aku kecewa krn dia ga usaha minta tolong kouta ke orang disaat ada interview krja, aku selama ini usaha kirim lamaran dia ke bbrp perusahan," jelasnya.
Anonim ini menceritakan bahwa saat akan wawancara, pacarnya sedang di luar bersama dengan temannya.
Ketika diberi waktu sekitar 10 hingga 20 menit untuk persiapan wawancara, sang pacar malah tidak segera pulang ke rumah. Pacarnya juga beralasan bahwa dirinya tidak memiliki kuota.
"Cowokku lagi di luar sama temennya buat numpang hotspotan dan nemenin temennya yg berobat ke klinik dan aku suruh dia balik pulang buat siap2 interview tp dia bilang gaada kuota, aku udh bilang mau beliin dia kuota eh alasan dia gak ada kartu jd harus beli dulu," terangnya
Ia kemudian menyuruh sang pacar untuk meminta uang guna membeli kartu perdana ke ibu ataupun keluarga, bahkan tetangganya, namun ada saja alasan dari sang pacar.
Dalam foto yang diunggah pada utas ini, terlihat percakapan antara perempuan pengunggah fess dengan pacarnya di aplikasi Whatsapp.
Melalui pesan Whatsapp tersebut, perempuan ini sempat mengirimkan pesan yang dirasa memojokkan sang pacar.
Ia mengatakan kepada sang pacar bahwa yang salah atas keadaannya yang menimpanya adalah dirinya sendiri.
"Kalo misalnya kamu ngeluh besok2 bukan Allah yang salah tapi yg salah diri kamu aja gaada usaha," isi pesan perempuan untuk pacarnya.
Berita Terkait
-
Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum
-
Versi Pelaku, Bunuh Cucu Mpok Nori di Malam Takbiran Gegara Cemburu
-
Viral Prank Makan Gratis di Apartemen saat Lebaran, Pelakunya Malah Nantangin
-
Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Cucu Mpok Nori Dimakamkan Satu Liang Lahad dengan Sang Ayah
-
Kisah Cinta Cucu Mpok Nori yang Berakhir Tragis, Berawal dari Malaysia hingga Tewas di Kontrakan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
-
KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?