Suara.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden emosi dan sedih dengan tragedi penembakan di Sekolah SD Robb di Texas, Amerika Serikat. Biden di awal jumpa pers singgung industri senjata di Amerika Serikat.
Dikutip dari NYtimes, Biden berbicara hanya selama tujuh menit. Dia menyuarakan kesedihan, kemarahan, dan frustrasi.
“Mengapa? Mengapa kita rela hidup dengan pembantaian ini? Mengapa kita terus membiarkan ini terjadi?”
Presiden langsung menyinggung produsen senjata.
“Produsen senjata telah menghabiskan dua dekade secara agresif memasarkan senjata serbu, yang menjadikannya keuntungan terbesar dan terbesar,” kata Biden.
“Demi Tuhan, kita harus berani melawan industri.”
Presiden Biden menyampaikan sambutannya dari Ruang Roosevelt Gedung Putih kurang dari dua jam setelah kembali dari perjalanan lima hari ke Korea Selatan dan Jepang.
Biden mengatakan tidak ada negara lain yang memiliki masalah yang sama dengan penembakan massal.
Dalam sambutannya Selasa malam, Biden berulang kali tampak menahan air mata ketika dia dipanggil untuk melakukannya lagi.
Baca Juga: Kronologi Penembakan Massal di SD Texas: Awal Mula, Jumlah Korban, hingga Motif
"Rekan-rekan Amerika saya," katanya, berbicara perlahan.
“Saya berharap ketika saya menjadi Presiden, saya tidak harus melakukan ini. Lagi."
“Pembantaian lain. Uvalde, Texas. Sekolah dasar,” katanya.
“Cantik, polos, kelas dua, tiga, empat. Dan berapa banyak anak kecil yang menyaksikan apa yang terjadi, melihat teman-teman mereka mati seolah-olah mereka berada di medan perang demi Tuhan.”
Berbicara dari pengalaman pribadi. Tapi dia tidak menyebutkan kehilangan putranya Beau karena kanker atau kematian istri pertamanya dan putri kecilnya dalam kecelakaan mobil.
“Kehilangan seorang anak. Rasanya seperti ada bagian dari jiwamu yang direnggut.”
Berita Terkait
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian
-
Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi
-
Daftar Pemain Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Andalkan Christian Pulisic di Lini Depan
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebaran Pilu di Penjara, Istri Gus Yaqut Curhat Kondisi Suaminya: Sakit Rasanya...
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Noel Ebenezer Curhat ke Istri Ingin Cepat-Cepat Divonis
-
Soal Sapi Kurban dari APBN, Gerindra: Bantuan Kemasyarakatan, Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Kurban Pakai APBN Dikritik Guntur Romli, Singgung Teladan Nabi Muhammad SAW
-
Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?