Suara.com - Andika Mongilala tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat melihat hasil pemilu Australia yang menempatkan banyak wajah baru yang "mirip" dengan wajahnya di parlemen federal.
"Saya sangat senang sekali melihat wajah-wajah imigran yang duduk di parlemen," ujar pria asal Manado yang pindah ke Australia sejak 2015.
"Hal ini menandakan bahwa, bukan tidak mungkin kami atau anak-anak kita ke depan bisa juga menjadi orang politik di negara ini," kata Andika kepada Farid Ibrahim dari ABC Indonesia.
"Pemilu kali ini menjadi pengalaman pertama saya ikut memilih sebagai warga negara. Saya memilih di Dapil Fenner," jelas akuntan yang telah menikah dengan orang Australia keturunan Inggris ini.
Hasil Pemilu, menurut Andika, menandakan bahwa para imigran yang berasal dari latar belakang keluarga non-English speaking semakin mendapatkan tempat dalam percaturan politik.
"Ini menandakan Australia adalah negara multikultur. Ini memang sudah saatnya dan ke depan mungkin akan semakin banyak politisi dengan latar belakang imigran," katanya.
Andika berharap Partai Buruh yang kini mengambilalih pemerintahan federal Australia dapat segera merealisasikan program seperti penanganan perubahan iklim, kesetaraan gender, tunjangan disabilitas, serta biaya hidup dan kenaikan gaji.
Daerah Pemilihan (Dapil) Fenner terletak di wilayah khusus ibukota Canberra (ACT), yang selama ini kursinya di DPR Australia dipegang oleh politisi Partai Buruh Andrew Leigh.
"Di Australia, para pemilih mudah mengetahui mana yang akan didukung karena ideologi partainya jelas. Kalau di Indonesia semua partai punya ideologi dan program yang hampir sama," ujar Andika.
Baca Juga: Kemenangan Caleg Partai Buruh Sam Lim Mengejutkan dalam Pemilu Australia
"Saya memilih Andrew Leigh, bukan hanya karena dia hebat, seorang PhD, tapi karena dia dekat dgn pemilih di sini. Dia juga lancar berbahasa Indonesia," katanya.
Senang dengan kekalahan Partai Liberal
Pemilih asal Indonesia lainnya, Santi Bucknell, sekarang tinggal di Burpengary, sekitar 45 kilometer dari Brisbane.
"Reaksi saya adalah sangat senang bahwa Partai Liberal tidak lagi berkuasa karena menurut saya mereka tidak pro rakyat kebanyakan," ujarnya kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.
"Kami sangat berharap dengan masuknya Pantai Hijau di DPR dan di Senat akan membawa angin segar di pemerintah federal yang baru," kata Santi yang sudah menjadi warga negara Australia sejak sembilan tahun terakhir.
Santi sendiri menjadi relawan bagi Partai Hijau selama pemilu karena merasa bahwa masalah lingkungan seperti perubahan iklim ini adalah masalah yang paling mendesak untuk ditangani di Australia saat ini.
"Persoalan seperti kebakaran hutan beberapa tahun lalu, juga misalnya pemutihan terumbu karang di Queensland adalah persoalan nyata yang ada di depan kita," katanya.
Berita Terkait
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya