Suara.com - Jemaah haji Indonesia diimbau agar makan tepat waktu selama berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi.
"Pada haji kali ini jamaah mendapatkan tiga kali makan, sebelumnya hanya dua kali sehari," kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Subhan Cholid melalui saluran daring di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
Makan pagi untuk jamaah haji Indonesia disediakan pukul 06.00 sampai 09.00 waktu Arab Saudi (WAS) dan paling lambat harus sudah dimakan pada pukul 11.00 WAS.
Makan siang disediakan pukul 12.00 sampai 15.00 WAS dan paling lambat harus sudah dikonsumsi pada pukul 17.00 WAS. Makan malam disediakan dari pukul 18.00 sampai 21.00 WAS dan paling lambat harus sudah disantap pada pukul 23.00 WAS.
Subhan mengemukakan bahwa makanan yang disediakan tiga kali sehari sebaiknya disantap sesuai waktu yang ditentukan untuk menghindari kemungkinan makanan menjadi basi atau tidak layak dikonsumsi lagi.
Selain itu, makan secara teratur penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit saat menunaikan ibadah di tanah suci, mengingat prosesi ibadah haji menuntut kekuatan fisik, terlebih pada masa suhu udara di Arab Saudi bisa mencapai 49 derajat Celsius pada puncak musim panas.
Tahun ini pemerintah akan menyediakan aneka makanan khas Nusantara untuk jamaah haji, termasuk rendang daging, semur ayam, tumis tempe balado, tongseng sapi, dan terong balado.
Pada musim haji 1443H/2022M, jamaah haji Indonesia akan mendapat 27 kali makan di Kota Madinah dan 75 kali makan di Kota Makkah.
Khusus pada 5,6,7 Dzulhijjah atau tiga hari sebelum Arafah serta 14-15 Dzulhijjah atau dua hari setelah prosesi ibadah di Mina, jamaah haji akan mendapat konsumsi 10 kali berupa makanan siap saji.
Baca Juga: 2.903 Orang Calon Jemaah Haji Embarkasi Padang Berangkat dalam 8 Kloter
Selain itu, jamaah akan mendapatkan layanan konsumsi satu kali di Bandara Jeddah saat kedatangan atau kepulangan serta 16 kali konsumsi, empat di antaranya berupa makanan siap saji, selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Subhan mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam menyediakan makanan bagi jamaah haji di Tanah Suci adalah membagikan makanan tiga kali sehari dalam waktu yang singkat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik