Suara.com - Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menegaskan kalau perwakilan anggota MRP yang menghadiri pertemuan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Bogor, beberapa waktu lalu sebagai bentuk tindakan ilegal. Pasalnya, anggota MRP tersebut tidak mengantongi surat perintah dari pimpinan.
Anggota MRP yang dimaksud berjumlah enam orang. Mereka datang ke Istana Bogor pada Jumat (20/5/2022) untuk memenuhi undangan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Selain anggota MRP, hadir pula empat anggota MRP Barat, Bupati Jayapura Mathius Awoitau, Wali Kota Sorong Lambert Jitmau, Rektor Universitas Cenderawasih Apolo Safanpo, dan Rektor Universitas Papua Meky Sagrim.
Pertemuan itu membahas terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus di Provinsi Papua yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai daerah otonomi baru (DOB).
Timotius menuturkan kalau kehadiran mereka menjadi tanda tanya bagi masyarakat Papua termasuk MRP. Pasalnya, kehadiran 'oknum' anggota MRP itu dianggap bukan mewakili majelis.
Ia menyebut kalau para oknum anggota MRP itu bahkan tidak mengantongi sejumlah dokumen sebagai bentuk syarat untuk hadir ke undangan Jokowi tersebut.
"Kenapa demikian? Karena kami ada punya mekanisme, anggota di mana melakukan perjalanan tentu saja melakukan surat perjalanan SPPD atau SPT surat perintah dari pimpinan kepada anggota," kata Timotius saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/5/2022).
"Keenam anggota oknum MRP tidak memiliki persyaratan dokumen itu, maka kami nayatakan kehadiran mereka adalah ilegal," sambungnya.
Atas dasar itu, otomatis enam anggota MRP tersebut tidak mewakili majelis melainkan atas kepentingan pribadi.
Baca Juga: Majelis Rakyat Papua Dukung Kebijakan Pemekaran Daerah
Curiga Ada Permainan
Timotius juga menyampaikan kalau pertemuan MRP dengan Jokowi itu pernah dilakukan di Istana Negara Jakarta pada 25 April 2022.
Pembahasan soal UU Otsus dengan DOB juga dibicarakan pada pertemuan tersebut. Timotius tidak menyangka kalau ternyata masih ada pertemuan 'terselubung' yang diagendakan oleh kelompok tertentu di Istana.
Ia mencurigai kalau undangan pihak Istana untuk MRP itu hanya demi meloloskan DOB yang menurutnya tidak memiliki dasar kajian serta hukum.
"Itu artinya masyarakat Papua dan MRP ketahui ada kelompok tertentu di Istana yang bermain merekayasa semua untuk meloloskan kepentingan mereka yaitu tentang DOB yang yang tanpa mekanisme hukum, tanpa ada kajian ilmiah, tanpa aspirasi-aspirasi masyarakat Papua dan tanpa konsultasi dengan pimpinan lembaga-lembaga di tanah Papua," jelasnya.
Timotius meminta Jokowi untuk bisa klarifikasi terkait pertemuannya dengan MRP di Istana Bogor. Sebab, ia kembali mencurigai orang-orang disekeliling Jokowi memiliki niat negatif terutama untuk kepentingan sendiri di Bumi Cenderawasih.
"Ini yang perlu dipahami oleh kita smeua lebih khusus bapak presiden, bapak presiden harus klarifikasi sebab kebijakan tentang papua selalu bergejolak dan selalu bermasalah. Ada apa dengan bawahannya beliau? Siapa yang kira-kira memanfaatkan kebaikan bapak presiden dengan semangat nawacita ini, sekaligus menjadi pembusuk di lingkaran presiden."
Berita Terkait
-
Majelis Rakyat Papua Dukung Kebijakan Pemekaran Daerah
-
Bupati Jayapura Temui Jokowi, Klaim Daerah Otonomi Baru di Papua adalah Aspirasi Warga
-
Diundang ke Istana Bogor, MRP Senang Jokowi Mau Bahas Daerah Otonomi Baru Papua
-
MRP: Penolakan Pemekaran Semakin Besar di Akar Rumput Orang Asli Papua
-
Siapa Sosok Usulkan Paulus Waterpauw Jadi Penjabat Gubernur Papua Barat?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!