Suara.com - Makan adalah salah satu kebutuhan untuk bisa bergerak, salah satunya ini dibutuhkan oleh jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Mari mengintip menu makanan jamaah haji Indonesia.
Tahun ini pemerintah akan menyediakan aneka makanan khas Nusantara untuk jamaah haji, termasuk rendang daging, semur ayam, tumis tempe balado, tongseng sapi, dan terong balado.
Dirjen Haji Luar Negeri Kementerian Agama Subhan Cholid mengimbau jamaah haji Indonesia makan tepat waktu selama berada di Tanah Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi.
"Pada haji kali ini jamaah mendapatkan tiga kali makan, sebelumnya hanya dua kali sehari," katanya melalui saluran daring di Jakarta, Rabu.
Makan pagi untuk jamaah haji Indonesia disediakan pukul 06.00 sampai 09.00 waktu Arab Saudi (WAS) dan paling lambat harus sudah dimakan pada pukul 11.00 WAS.
Makan siang disediakan pukul 12.00 sampai 15.00 WAS dan paling lambat harus sudah dikonsumsi pada pukul 17.00 WAS.
Makan malam disediakan dari pukul 18.00 sampai 21.00 WAS dan paling lambat harus sudah disantap pada pukul 23.00 WAS.
Subhan mengemukakan bahwa makanan yang disediakan tiga kali sehari sebaiknya disantap sesuai waktu yang ditentukan untuk menghindari kemungkinan makanan menjadi basi atau tidak layak dikonsumsi lagi.
Selain itu, makan secara teratur penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit saat menunaikan ibadah di Tanah Suci, mengingat prosesi ibadah haji menuntut kekuatan fisik, terlebih pada masa suhu udara di Arab Saudi bisa mencapai 49 derajat Celsius pada puncak musim panas.
Pada musim haji 1443H/2022M, jamaah haji Indonesia akan mendapat 27 kali makan di Kota Madinah dan 75 kali makan di Kota Makkah.
Khusus pada 5,6,7 Dzulhijjah atau tiga hari sebelum Arafah serta 14-15 Dzulhijjah atau dua hari setelah prosesi ibadah di Mina, jamaah haji akan mendapat konsumsi 10 kali berupa makanan siap saji.
Selain itu, jamaah akan mendapatkan layanan konsumsi satu kali di Bandara Jeddah saat kedatangan atau kepulangan serta 16 kali konsumsi, empat di antaranya berupa makanan siap saji, selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Subhan mengatakan bahwa salah satu tantangan dalam menyediakan makanan bagi jamaah haji di Tanah Suci adalah membagikan makanan tiga kali sehari dalam waktu yang singkat. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji
-
KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Nama Jokowi Diseret dalam Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, PSI Kasih Pembelaan
-
Usai Diperiksa KPK, Gus Yaqut Bantah Beri Kuota Haji Khusus ke Maktour
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka