Suara.com - Salah satu alasan pemerintah memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur ialah karena kondisi DKI Jakarta yang dianggap tidak bisa menampung seluruh aktivitas pemerintahan. Menanggapi hal tersebut, pakar Sosiologi Bencana Nanyang Technological University, Sulfikar Amin menilai kalau pemerintah tidak perlu sampai harus memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur karena tidak ada kondisi darurat.
Sulfikar menerangkan kalau pemerintah sebetulnya bisa melakukan pengubahan DKI Jakarta yang dianggap sudah terlalu sumpek terutama untuk kegiatan pemerintahan. Dengan kondisi yang kerap didera banjir dan lalu lintas macet, DKI Jakarta dianggap Sulfikar masih bisa dibenahi.
"Kalau misalnya memang pemerintah pusat ingin membangun ibu kota yang benar-benar modern, berkharisma lalu kemudian memiliki kapasitas lingkungan yang benar-benar bersifat... ya mestinya Jakarta itu dibenahi," terang Sulfikar dalam diskusi bertajuk Menukil Usil Usul IKN pada Kamis (26/5/2022).
Dengan begitu, Sulfikar menganggap kalau bukan berarti DKI Jakarta dengan segala bebannya yang tertampung saat ini bukan berarti tidak bisa diubah demi kualitas kehidupan lebih baik. Adapun menurutnya, pemindahan ibu kota itu bisa dilakukan apabila ibu kota negara benar-benar hancur dikarenakan adanya bencana alam.
"Beda kalau misalnya ibu kota negara Indonesia itu mengalami bencana besar sehingga benar-benar tidak bisa diselamatkan dan apa boleh buat kita harus pindah ke wilayah lain," sambungnya.
Oleh sebab itu, ia menyimpulkan kalau alasan pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur masih terbilang lemah. Hal yang membuat Sulfikar tidak habis pikir ialah sikap ngototnya pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.
Padahal, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah merangkak naik kembali sehabis dihantam pandemi Covid-19.
"Indikasi yang ditunjukan Presiden Jokowi bahwa rencana pembangunan IKN ini akan dislowdown, diperlambat atau ditunda. Jadi mereka tetap kekeuh bahwa ini harus dilakukan."
Baca Juga: Benarkah Ibu Kota Negara Baru Nusantara Rawan dari Serangan Udara?
Berita Terkait
-
Cara Daftar PPDB SMA Online 2022, Link Daftar dan Persyaratan untuk Wilayah DKI Jakarta
-
Mengisi Libur Kenaikan Isa Almasih di Taman Kota
-
Warga Jawa Barat yang Sembuh dari COVID-19 Bertambah 62 Orang
-
Jakarta Macet Lagi, DKI Kembali Terapkan Ganjil Genap di 25 Ruas Jalan Mulai 6 Juni
-
Eks Dirut Asabri Dapat Potongan Hukuman, Vonis Adam Damiri Kini jadi 15 Tahun Penjara
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?