Suara.com - Polres Manggarai Barat di NTT telah memeriksa tiga saksi terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Komisi III DPR, Benny Kabur Harman terhadap seorang pelayan restoran di Restoran Mai Cenggo, Labuan Bajo, pada pekan lalu.
Kabid Humas Polda NTT, AKBP Ariasandy, di Kupang, Senin (30/5/2022) mengatakan dugaan penganiayaan pelayan restoran oleh politikus Partai Demokrat itu masih berproses hingga saat ini dan masih dalam penyelidikan oleh polisi setempat.
"Saat ini tim penyidik dari Polres Manggarai Barat sudah memeriksa tiga saksi terkait kasus dugaan penganiayaan itu," kata Ariasandy seperti dilansir dari Antara.
Tiga saksi yang diperiksa tersebut yakni dari korban sendiri serta dari pihak-pihak yang menemani Benny ke restoran itu.
Sebelumnya polisi sudah menerima laporan dari pelayan restoran terhadap Benny. Dari pihak Benny juga sudah melayangkan dua laporan terhadap pelayan tersebut.
"Laporan yang kita terima baik dari korban maupun dari yang terlapor tetap kita proses dan juga tetap lakukan penyelidikan awal terkait kasus itu," tambah dia.
Ia juga menjelaskan, Benny melaporkan balik manajemen restoran setempat karena perbuatan tidak menyenangkan, karena terlapor merasa disuruh pindah dari meja awal ketika hendak memesan makan di restoran itu.
Sebelumnya pada Kamis (26/5/2022) lalu menyebar video yang di dalamnya terlihat Benny diduga sedang memukul pelayan restoran Mai Cenggo di Labuan Bajo. Benny terlihat tiga kali mengayunkan tangannya ke arab wajah pelayan tersebut.
Dalam siaran persnya Benny bilang ia tidak menampar, melainkan hanya mendorong pelayan tersebut. Itu dilakukan karena, klaim Benny, ia diusir dari restoran tersebut.
Baca Juga: 7 Fakta Benny K Harman Diduga Aniaya Pegawai Restoran: Klarifikasi hingga Lapor Balik ke Polisi
Sementara pelayan restoran, dalam siaran pers yang disebar pengacaranya, membantah telah mengusir Benny dari restoran. Ia hanya meminta anggota DPR itu untuk pindah meja di dalam ruangan yang sama. Ia mengatakan Benny tidak saja memukul tetapi juga mengumpat dengan kata biadab.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Benny K Harman Diduga Aniaya Pegawai Restoran: Klarifikasi hingga Lapor Balik ke Polisi
-
Polda NTT Limpahkan Berkas Perkara Pembunuhan Ibu dan Anak ke Jaksa
-
Siapa Benny K Harman? Sosok Anggota DPR RI yang Diduga Aniaya Pegawai Resto
-
Polisi Terima Tiga Laporan Terkait Dugaan Penganiayaan yang Dilakukan Anggota DPR RI Benny K Harman
-
Benny K Harman Diduga Aniaya Karyawan Restoran, Formappi: Selain Pidana, Bisa Juga Diproses Di MKD DPR
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan
-
Tips Memilih Lipstik untuk Bibir Kering, Biar Tetap Nyaman dan Gak Pecah-Pecah
-
DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya
-
Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri
-
Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?
-
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI