"Ini gimana kabar monyetnya yah? Takutnya di siksa," timpal yang lainnya.
Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Topeng Monyet Sebenarnya Sudah Dilarang di Indonesia
Terdapat beberapa hukum yang mengatur larangan penyiksaan hewan, termasuk dalam konteks mencari uang dan menghibur seperti topeng monyet seperti ini.
Salah satunya adalah KUHP No 32 yang mengatur tentang tindakan penyiksaan hewan. Lalu ada pula UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Pasal 66 Ayat 2g.
Meski begitu, nyatanya masih banyak yang menyediakan jasa topeng monyet yang jelas-jelas menyiksa hewan.
Masih mengutip dari @indoflashlight, monyet-monyet yang dipekerjakan adalah hasil buruan. Bahkan beberapa induk monyet harus ditembak demi mempermudah pemburu mendapat anaknya.
Tak hanya itu, monyet-monyet tersebut biasanya ditempatkan di kandang sempit yang membuatnya rentan terkena penyakit rabies.
Hewan-hewan primata tersebut juga dilatih selayaknya di sirkus sampai mereka mahir. Selama masa pelatihan, leher monyet-monyet itu biasanya diikat, apabila menolak maka tubuhnya akan dipecut.
Baca Juga: Viral Pria Diduga Stress Ngamuk di Jalanan Tuban sambil Bawa Senjata Tajam
Berita Terkait
-
Viral Pria Diduga Stress Ngamuk di Jalanan Tuban sambil Bawa Senjata Tajam
-
Beri Sisca Kohl Pocky Love Ditempeli Uang, Jess No Limit Kembali Bikin Iri, Netizen: Gabut Sultan
-
Terpopuler: Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Bergandengan Tangan Sapa Warga, Puan Maharani Dapat Julukan dari Netizen
-
Pria Ngamuk dan Tantang Duel Anggota DPRD Nganjuk di Jalanan Kota Surabaya, Tak Terima Laju Mobilnya Dipotong
-
Diduga Akibat Mabuk Lem, Seorang Laki dan Wanita di Karawang Baku Pukul, Warga Susah Payah Melerai
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat