Suara.com - Pengelolaan Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata sekaligus tempat bersejarah di Indonesia tidak lepas dari tanggung jawab PT Taman Wisata Candi (PT TWC) selaku pemegang kuasa atas pengelolaan pemeliharaan kawasan candi Buddha terbesar di dunia ini.
PT Taman Wisata Candi sendiri awal mulanya dibentuk pada tahun 1980 untuk menjadi salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam pengusahaan serta pemeliharaan cagar budaya antara lain Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko.
PT TWC yang mengedepankan 4 pilar bisnis yaitu heritage park, cultural park, amenities dan attraction ini berfokus pada inovasi bisnis untuk memajukan situs situs bersejarah dan mengembangkan tempat bersejarah baru untuk dijadikan destinasi wisata serta pusat pembelajaran sejarah.
Bukan hanya sebagai BUMN yang mengelola situs bersejarah saja, PT TWC juga pernah ditunjuk sebagai pengelola taman pendidikan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Juli 2021 lalu oleh Kementerian Sekretariat Negara.
Revitalisasi yang dilakukan pada TMII ini juga dilakukan demi mempertahankan salah satu taman pendidikan di Indonesia dan mendukung kegiatan KTT G20 yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada November 2022 mendatang.
Melalui Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono, ia mengungkapkan bahwa akan melakukan pengembangan kembali demi mengembalikan "marwah" TMII yang sarat akan sejarah serta ilmu pengetahuan di dalamnya.
Pengelolaan situs melalui PT TWC juga bertujuan agar tidak ada destinasi pariwisata yang terbengkalai akibat tidak adanya pengelolaan secara khusus.
PT TWC juga bukan hanya berfokus pada destinasi wisata itu sendiri, namun mengembangkan kegiatan ekonomi di dalamnya, seperti pemusatan penjualan souvenir, memberikan fasilitas wisata kuliner bagi pengunjung, penyediaan fasilitas seperti sepeda dan kuda di sekitaran Candi Prambanan, hingga pembuatan penangkaran khusus hewan-hewan yang dapat menjadi daya tarik wisatawan di sekitaran Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko.
Pengembangan sustainable tourism juga menjadi fokus utama demi mengkampanyekan nilai nilai leluhur agar budaya di Indonesia tetap lestari.
Optimalisasi peningkatan angka destinasi pariwisata di Indonesia menjadi salah satu fokus pemerintah demi mengembalikan situasi serta kondisi perekonomian Indonesia yang sempat anjlok akibat pandemi yang melanda seluruh dunia.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Pihak Pengelola Candi Borobudur Akan Tetapkan Kuota Pengujung yang Naik ke Bangunan Candi Hanya 1.200 Orang per Hari
-
Luhut Menteri Apa? Ini Profil Luhut Binsar Pandjaitan, Dijuluki Menteri Segala Urusan
-
Kenapa Luhut Ikut Urus Harga Tiket Candi Borobudur? Ternyata Ini Tugas Menko Marves
-
Dukung Menteri Luhut Soal Kenaikan Tiket Candi Borobudur, TikTokers Ini Beri Penjelasan Menyayat Hati
-
Sentil Menteri Luhut Soal Kenaikkan Harga Tiket Candi Borobudur, Hanung Bramantyo Beri Respon Menggelikan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat