Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM melaporkan tindakan brutal aparat TNI-Polri terhadap para demonstran warga sipil yang menolak pemekaran wilayah di Papua kepada Perdana Menteri Australia yang baru terpilih, Anthony Albanese.
Ketua Dewan Diplomatik TPNPB-OPM, Akouboo Amatus Douw melalui suratnya kepada PM Anthony mengingatkan bahwa Papua dan Australia berada dalam satu region yang sama Indopacific, sehingga eskalasi konflik bersenjata di Papua juga harus menjadi perhatian PM Anthony.
"Banyak warga sipil Papua Barat telah terbunuh dan dipukuli selama protes minggu ini terhadap kebijakan pemisahan provinsi dan otonomi khusus yang dibuat Jakarta," kata Akouboo dalam suratnya kepada PM Anthony, Senin (6/6/2022).
Dia juga menyebut hampir 100.000 warga sipil telah mengungsi, termasuk perempuan dan anak-anak, lalu telah terjadi pembunuhan ekstra yudisial, termasuk seorang anak laki-laki berusia tahun, oleh pasukan TNI-Polri selama operasi seperti yang dilaporkan pakar PBB baru-baru ini.
"Oleh karena itu, saya mendorong kekuatan regional Australia untuk mendukung seruan pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membawa situasi kritis ini ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendapatkan perhatian," tegasnya.
Akouboo juga meminta PM Anthony untuk menyinggung isu-isu konflik bersenjata di Papua dalam lawatannya ke Indonesia untuk bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Berita Terkait
-
OPM Incar Bupati Lanny Jaya Karena Dukung Pemekaran Wilayah di Papua, Bakal Ditembak Mati
-
Luhut Menteri Apa? Ini Profil Luhut Binsar Pandjaitan, Dijuluki Menteri Segala Urusan
-
Naik Sepeda Bambu Bareng Jokowi di Istana Bogor, PM Anthony Albanese Bakal Boyong Spedagi ke Australia
-
Presiden Jokowi Beberkan Isi Pertemuan Bilateral dengan PM Australia Anthony Albanese, Apa Saja?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi