Suara.com - Polsek Cempaka Putih mengungkap motif penganiyaan terhadap korban seorang pelajar bernama Muhamad Kahfi di Jalan Mardani Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kapolsek Cempaka Putih, Bernard Saragih mengatakan para pelaku yang berjumlah delapan orang nekat menganiaya korban karena dendam. Para pelaku juga masih berstatus pelajar, duduk di kelas 10 di SMK 34 Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Mereka adalah M, R, I, L, M, N, Y, dan R yang masing-masing berusia 17 tahun.
"Intinya mereka mau balas dendam," kata Bernard saat dihubungi wartawan, Senin (6/6/2022).
Dari pengakuan para pelaku memendam dendam, karena salah satu dari mereka pernah dipukul oleh pelajar dari SMK Kampung Jawa, tempat korban Muhamad Kahfi bersekolah.
Bernard menjelaskan, Muhamad Kahfi bukan orang yang sedang ditarget. Namun, mereka melakukan penyerangan secara random terhadap siswa dari SMK Kampung Jawa.
"Jadi kaya apa ya, random saja. Yang penting anak SMK Kampung Jawa, acak saja," imbuhnya.
Dari delapan pelajar yang diamankan, turut disita tujuh penggaris besi. Kekinian para pelajar tersebut terancam dijerat dengan Pasal 76 c junto Pasal 80 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.
Viral
Aksi pengeroyokan terhadap pelajar viral di media sosial setelah video kejadian diunggah akun Instagram @kabar.jakpus. Dalam video, awalnya terlihat ada tiga pelajar yang berboncengan sepeda motor.
Baca Juga: Kroasia vs Prancis: Tak Hanya Mengusung Misi Balas Dendam Semata
Di belakangan tiga pelajar tersebut, beberapa pelajar dari kelompok lain melakukan pengejaran. Sepeda motor yang dikejar itu berdampingan dengan sebuah truk.
Bahkan, ketika sudah terkejar, truk yang berada di samping hampir melindas motor tersebut. Dua rekan korban pun berhasil melarikan diri, sedangkan korban terjatuh dan menjadi bulan-bulanan kelompok lain.
Setelah melakukan pengeroyokan, kelompok pelajar itu langsung kabur ke arah gang yang berada di sebelah SDN Johar Baru 10. Sedangkan korban menepi ke pinggir jalan dan mendapat pertolongan warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal